MBAY, FLORESPOS.net-Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertanian di Kabupaten Nagekeo terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir April 2026, PAD yang dikelola Dinas Pertanian Nagekeo telah mencapai Rp226 juta dari target Rp300 juta yang ditetapkan dalam APBD TA 2026.
Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Perimus Nuwa, saat kegiatan pemberkatan 3 unit alat panen sekaligus Paskah dan Halalbihalal Idulfitri di Mbay, Jumat (25/4/2026).
“Peralatan alsintan cukup banyak. Yang menjadi kendala kami adalah gudang untuk simpan alsintan. Dan target PAD kami 300 juta. Dan sampai saat ini PAD kami sudah 226 juta. Saya yakin sebelum sidang perubahan kami sudah melampaui PAD yang ditarget tersebut,” ujar Perimus.
Perimus merinci, saat ini total alat dan mesin pertanian yang dikelola Dinas Pertanian Nagekeo mencapai sekitar 20-an unit. Alsintan itu terdiri dari traktor roda 4, traktor roda 2, rice transplanter, combine harvester, pompa air, hingga alat panen bantuan terbaru dari pemerintah pusat.
Banyaknya alsintan yang diterima dari pusat dalam dua tahun terakhir justru memunculkan tantangan baru. Keterbatasan gudang penyimpanan dan armada angkut.
“Selain kendala gudang, kami juga kendala mobil tronton untuk mengangkut alat ke lahan pertanian,” tambah Perimus.
Akibatnya, sebagian alsintan terpaksa disimpan di halaman kantor dan di UPJA kecamatan dengan pengamanan terbatas. Sementara untuk mobilisasi ke lahan, Dinas masih bergantung pada sewa truk dari pihak ketiga sehingga biaya operasional membengkak dan penjadwalan ke kelompok tani sering terlambat.
Meski terkendala sarana, Perimus optimistis target PAD Rp300 juta akan terlampaui sebelum APBD Perubahan. Sumber PAD berasal dari jasa sewa alsintan, pelayanan UPJA, penjualan benih, dan retribusi pelayanan pertanian lainnya.
“Sudah Rp226 juta. Musim panen raya masih di depan. Dengan 3 alat panen baru ini, kami yakin target terlampaui. Petani juga senang karena panen lebih cepat dan rontokan bersih,” kata Perimus.
Ia menjelaskan, tarif sewa alsintan yang ditetapkan Pemda jauh lebih murah dibanding swasta. Selain meringankan beban petani, skema ini sekaligus menjaga alsintan tetap produktif dan terawat karena ada pemasukan untuk biaya servis dan operator.
Menanggapi keluhan itu, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Muga Sada menegaskan Pemkab Nagekeo akan memberi perhatian serius.
Menurutnya, bantuan alsintan dari pusat yang nilainya miliaran rupiah harus diimbangi dengan sarana pendukung agar umur pakai alat panjang dan manfaatnya maksimal untuk petani.
“Terkait keluhan soal gudang dan alat tronton itu akan kita perhatikan, agar alat ini benar-benar terawat,” tegas Gonzalo di hadapan jajaran Dinas Pertanian dan kelompok tani.
Gonzalo menambahkan, optimalisasi alsintan sangat penting karena Nagekeo sedang mendapat banyak program pusat di sektor pertanian TA 2026. Mulai dari cetak sawah baru, irigasi tersier, irigasi pemanfaatan air permukaan, hingga program Makan Bergizi Gratis yang butuh pasokan beras dan jagung lokal.
“Kalau alat kita lengkap, gudang ada, tronton ada, maka indeks pertanaman bisa naik dari 2 ke 3 kali setahun. Produksi naik, petani sejahtera, PAD naik, MBG juga aman pasokannya,” ujar Gonzalo. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










