PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan - FloresPos Net

PAD Dinas Pertanian Nagekeo Tembus Rp226 Juta, Terkendala Gudang dan Truk Pengangkut Alsintan

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 16:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertanian di Kabupaten Nagekeo terus menunjukkan tren positif.

Hingga akhir April 2026, PAD yang dikelola Dinas Pertanian Nagekeo telah mencapai Rp226 juta dari target Rp300 juta yang ditetapkan dalam APBD TA 2026.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Primus Nuwa, saat kegiatan pemberkatan 3 unit alat panen sekaligus Paskah dan Halalbihalal Idulfitri di Mbay, Jumat (24/4/2026).

“Peralatan alsintan cukup banyak. Yang menjadi kendala kami adalah gudang untuk simpan alsintan. Dan target PAD kami 300 juta. Dan sampai saat ini PAD kami sudah 226 juta. Saya yakin sebelum sidang perubahan kami sudah melampaui PAD yang ditarget tersebut,” ujar Primus.

Primus merinci, saat ini total alat dan mesin pertanian yang dikelola Dinas Pertanian Nagekeo mencapai sekitar 20-an unit. Alsintan itu terdiri dari traktor roda 4, traktor roda 2, rice transplanter, combine harvester, pompa air, hingga alat panen bantuan terbaru dari pemerintah pusat.

Banyaknya alsintan yang diterima dari pusat dalam dua tahun terakhir justru memunculkan tantangan baru. Keterbatasan gudang penyimpanan dan armada angkut.

Baca Juga :  Mitha, Pelajar SDK Boawae Juara O2SN Cabor Pencak Silat, Wakili NTT di Tingkat Nasional

“Selain kendala gudang, kami juga kendala mobil tronton untuk mengangkut alat ke lahan pertanian,” tambah Primus.

Akibatnya, sebagian alsintan terpaksa disimpan di halaman kantor dan di UPJA kecamatan dengan pengamanan terbatas. Sementara untuk mobilisasi ke lahan, Dinas masih bergantung pada sewa truk dari pihak ketiga sehingga biaya operasional membengkak dan penjadwalan ke kelompok tani sering terlambat.

Meski terkendala sarana, Primus optimistis target PAD Rp300 juta akan terlampaui sebelum APBD Perubahan. Sumber PAD berasal dari jasa sewa alsintan, pelayanan UPJA, penjualan benih, dan retribusi pelayanan pertanian lainnya.

“Sudah Rp226 juta. Musim panen raya masih di depan. Dengan 3 alat panen baru ini, kami yakin target terlampaui. Petani juga senang karena panen lebih cepat dan rontokan bersih,” kata Primus.

Ia menjelaskan, tarif sewa alsintan yang ditetapkan Pemda jauh lebih murah dibanding swasta. Selain meringankan beban petani, skema ini sekaligus menjaga alsintan tetap produktif dan terawat karena ada pemasukan untuk biaya servis dan operator.

Baca Juga :  Diduga Meninggal Tidak Wajar, Polisi Bongkar Makam Seorang PNS di Towak

Menanggapi keluhan itu, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Muga Sada menegaskan Pemkab Nagekeo akan memberi perhatian serius.

Menurutnya, bantuan alsintan dari pusat yang nilainya miliaran rupiah harus diimbangi dengan sarana pendukung agar umur pakai alat panjang dan manfaatnya maksimal untuk petani.

“Terkait keluhan soal gudang dan alat tronton itu akan kita perhatikan, agar alat ini benar-benar terawat,” tegas Gonzalo di hadapan jajaran Dinas Pertanian dan kelompok tani.

Gonzalo menambahkan, optimalisasi alsintan sangat penting karena Nagekeo sedang mendapat banyak program pusat di sektor pertanian TA 2026.

Mulai dari cetak sawah baru, irigasi tersier, irigasi pemanfaatan air permukaan, hingga program Makan Bergizi Gratis yang butuh pasokan beras dan jagung lokal.

“Kalau alat kita lengkap, gudang ada, tronton ada, maka indeks pertanaman bisa naik dari 2 ke 3 kali setahun. Produksi naik, petani sejahtera, PAD naik, MBG juga aman pasokannya,” ujar Gonzalo. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat
Keluarga Pendidikan Pertama dan Utama Ciptakan Budaya Belajar di Tengah Masyarakat
Weekend at Parapuar by IN-FLORES Hadirkan Edukasi Alam, Lingkungan, dan Budaya Flores di Natas Parapuar
Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ende Gelar Turnamen Futsal
HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay
Dampak Penertiban, Pedagang Pasar Alok Minta Pemerintah Ganti Rugi Barang Yang Rusak
Sambut Kison Kogoya, Ketua Yapertif Warning Dosen; Jangan Persulit Mahasiswa yang Harumkan Nama Kampus
Literasi Menguatkan Karakter, Hifni Djafar Motivasi Siswa SMPN Satap Ekoreko
Berita ini 214 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:49 WITA

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Senin, 15 Juni 2026 - 12:27 WITA

Keluarga Pendidikan Pertama dan Utama Ciptakan Budaya Belajar di Tengah Masyarakat

Senin, 15 Juni 2026 - 09:53 WITA

Weekend at Parapuar by IN-FLORES Hadirkan Edukasi Alam, Lingkungan, dan Budaya Flores di Natas Parapuar

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:29 WITA

Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Ende Gelar Turnamen Futsal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:58 WITA

HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay

Berita Terbaru

Ekonomi

Meningkat Jumlah UMKM di Manggarai Barat

Senin, 15 Jun 2026 - 13:49 WITA

Nusa Bunga

HUT Ke-19, KSP CU Gerbang Kasih KAE Resmikan Kantor Cabang Mbay

Sabtu, 13 Jun 2026 - 23:58 WITA