Pembelajaran Mendalam: Fondasi Baru Pendidikan Indonesia? - FloresPos Net - Page 3

Pembelajaran Mendalam: Fondasi Baru Pendidikan Indonesia?

- Jurnalis

Selasa, 18 Maret 2025 - 21:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yulius Maran

Yulius Maran

Guru-guru yang tergabung dalam program ini berperan sebagai agen perubahan di sekolahnya masing-masing dengan menerapkan prinsip pembelajaran yang lebih fleksibel, eksploratif, dan berbasis proyek.

Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan bukanlah sesuatu yang mustahil, tetapi membutuhkan dukungan yang lebih luas, baik dari pemerintah, komunitas pendidikan, maupun masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama dari berbagai pihak untuk mendorong penerapan pembelajaran mendalam secara lebih luas.

Selain meningkatkan kapasitas guru melalui pelatihan yang lebih komprehensif, perlu juga dilakukan perbaikan infrastruktur pendidikan agar mendukung pendekatan yang lebih interaktif dan eksploratif.

Baca Juga :  Catatan ETMC XXXIV Ende, Sepakbola Amatir NTT: Masih Bolehkah Kami Bermimpi?

Dengan adanya sinergi antara kebijakan, tenaga pendidik, dan dukungan teknologi, Kurikulum Merdeka dapat menjadi katalis yang benar-benar membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan Indonesia.

Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Merdeka

Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) merupakan pendekatan yang menekankan pemahaman konseptual yang lebih dalam melalui berbagai strategi pembelajaran yang aktif dan bermakna.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Darling-Hammond dkk. (2019), metode ini memungkinkan siswa untuk menghubungkan teori dengan praktik serta mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, seperti analisis, sintesis, dan evaluasi.

Baca Juga :  Paradoks Pembangunan Pesisir: Menakar Kesiapan Substantif Kampung Nelayan Merah Putih di Bumi Nian Sikka

Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pembelajaran mendalam bertujuan untuk mengubah paradigma pendidikan dari sekadar menghafal informasi menjadi pengalaman belajar yang lebih reflektif dan aplikatif.

Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi penghafal fakta, tetapi juga pencipta solusi yang mampu beradaptasi dengan tantangan dunia nyata.

Pendekatan ini diwujudkan dalam beberapa aspek utama yang menjadi fondasi Kurikulum Merdeka. Pertama, berpikir kritis dan kreatif menjadi kompetensi utama yang harus dikuasai siswa.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Merawat Kesehatan Mental Melalui Konseling Individu
Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak
Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna
Di Balik Senyum dan Kebersamaan (Catatan Reflektif atas Kisah Kematian Bunuh Diri di NTT)
Doa, Etika Publik dan Harapan Perdamaian
Kondisi Fiskal Flores Timur dan Euforia Pencinta Sepak Bola
Buzzer, Akun Anonim dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal
Wajah Sunyi Stigmatisasi dalam Masyarakat NTT
Berita ini 126 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:28 WITA

Merawat Kesehatan Mental Melalui Konseling Individu

Selasa, 21 April 2026 - 12:56 WITA

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 April 2026 - 12:07 WITA

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Rabu, 15 April 2026 - 21:12 WITA

Di Balik Senyum dan Kebersamaan (Catatan Reflektif atas Kisah Kematian Bunuh Diri di NTT)

Selasa, 14 April 2026 - 11:26 WITA

Doa, Etika Publik dan Harapan Perdamaian

Berita Terbaru

Maria Lidia Ene

Opini

Merawat Kesehatan Mental Melalui Konseling Individu

Rabu, 22 Apr 2026 - 20:28 WITA