Catatan ETMC XXXIV Ende, Sepakbola Amatir NTT: Masih Bolehkah Kami Bermimpi? - FloresPos Net

Catatan ETMC XXXIV Ende, Sepakbola Amatir NTT: Masih Bolehkah Kami Bermimpi?

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Albinus Laurent Langga

SEPAKBOLA selalu menghadirkan cerita dengan beragam tawa, tangis dan segudang rasa yang menyatu dengan riuhnya euforia suporter.

Cerita sepakbola diakhir pertandingan selalu menghadirkan dua rasa, tawa untuk menang dan tangis bagi tim yang kalah. Berbeda dengan akhir cerita di sebuah bioskop saat kita menonton film super hero maka perasaan kita dibawa menjadi seakan-akan kita telah menjadi super hero juga.

ETMC XXXIV Ende menjadi pengalaman pertama sebagai anak Ende melihat, mendengar dan merasakan suasana sepakbola amatir yang begitu luar biasa yang dipertontonkan oleh para penggemar, suporter mulai dari anak-anak, opa-oma, tua-muda, Ibu-Ibu hamil yang bercampur jadi satu dengan rasa aman dan nyaman datang ke stadion untuk menonton.

Kedua suporter yang hadir juga tidak menunjukkan sikap anarkis, disisi yang berseberangan yang satu menyanyikan lagu kemenangan dan yang kalah menerima dengan lapang dada malah ada yang ikut bertepuk tangan sampai ikut merayakannya juga.

Sungguh mengalami pengalaman yang luar biasa. Seluruh pertandingan baik yang dihadiri penonton ataupun tidak euforia kompetisinya selalu luar biasa, tidak ada drama lain yang dipertontonkan oleh tim yang bertanding tapi hanya sepakbola yang dimainkan.

Semua orang menikmatinya. Terlepas dari kekurangan, friksi yang terjadi selama perhelatan ETMC di Ende dan akan menjadi catatan sepakbola NTT pada masa yang akan datang untuk terus berbenah. Yang lebih mengejutkan lagi pada saat selesainya penobatan gelar juara untuk PSN Ngada, Persena Nagekeo dan Bajak Laut FC dan Persada Sumba Barat Daya.

Baca Juga :  Ruang Publik, Edukasi dan Sensasi

Suporter yang merayakan ikut berarak bersama-sama dengan masyarakat Ende. Yang menjadi menarik ketika tim PSN Ngada, Persada Sumba Barat Daya, Persena Nagekeo dan Bajak Laut FC bersama seluruh suporter dari keempat tim dan masyarakat Ende merayakan dibawah Monumen Pancasila.

Sungguh mengharukan. Euforia ini harus dijaga secara berkesinambungan untuk Sepakbola NTT ke depan dengan terus melalukan evaluasi dan pembenahan sebagai berikut:

1. Infrastruktur berupa stadion yang layak dan memiliki standar nasional atau internasional dengan permukaan lapangan dengan rumput yang berkualitas baik agar aliran bola dari pemain saat passing juga semakin baik dan bola tidak banyak melayang di udara tetapi lebih banyak bermain dari kaki ke kaki. (Sekedar saran mungkin bisa dimulai dengan tagar Sepakbola NTT = 1 pulau, 1 stadion).

2. Dukungan pemerintah daerah dan klub terhadap peningkatan SDM pelatih berlisensi dari setiap klub peserta perlu jadi perhatian dari setiap tim agar kualitas pertandingan semakin meningkat dari ETMC ke ETMC.

Semakin banyak pelatih yang berlisensi semakin baik kualitas pemain dan kompetisinya. Hal ini diperlukan agar para pelatih dan ofisial di bangku cadangan pemain dapat dengan sadar mengontrol tingkah lakunya selama pertandingan untuk tidak melakukan protes secara berlebihan yang dapat mempengaruhi kericuhan suporter yang berada di tribun penonton. (Salah satu faktor kericuhan penonton).

3. Membangun manajemen klub atau panitia sepakbola yang lebih baik walaupun sepakbola NTT masih bersandar pada APBD. Dengan manajemen yang baik maka pada saatnya sepakbola dapat menghidupi dirinya sendiri.

Baca Juga :  Ijon dan Kehadiran Bank NTT  (2)

4. Peningkatan kualitas wasit agar penyelenggaraan ETMC dari tahun ke tahun menjadi tontonan yang semakin menarik. Kursus dan penyegaran wasit menjadi salah satu cara untuk mendongkrak mutu wasit di NTT.

5. Mendorong dan membangun fondasi sepakbola yang kuat agar tercipta ekosistem kompetisi yang lebih teratur berupa kegiatan festival dan kompetisi atau turnamen grassroot dan usia muda secara berjenjang.

Ikut melibatkan pihak swasta atau pihak ketiga yang memiliki visi yang sama. Hal ini bertujuan agar semakin banyak anak-anak NTT yang dapat bermain dengan bangga di ETMC mewakili daerahnya pada kompetisi amatir ini. Mengapa demikian? Seturut regulasi kompetisi PSSI Liga 4 adalah mewajibkan pemain yang berasal dari daerah sendiri menurut tingkatannya.

6. Koordinasi dan komunikasi antar panitia pelaksana, event organizer dan PSSI NTT perlu ditingkatkan mulai dari perencanaan, persiapan dan pelaksanaan event. Banyak aspek yang wajib dipertimbangkan dan diperhatikan untuk kelancaran event.

Dengan uraian catatan diatas maka seluruh stakeholder yang terlibat dalam urusan sepakbola perlu melakukan terobosan yang cermat agar setahap demi setahap dapat melangkah maju dengan melihat kondisi geografis NTT sebagai provinsi kepulauan, kemampuan kabupaten/kota dan aspek-aspek ril yang ada di NTT.

Karena Perkembangan sepakbola NTT tidak bisa berjalan sendiri-sendiri melainkan secara bersama-sama. Kurang dan lebihnya catatan diatas dapat kita saling melengkapi untuk membangun dan memajukan sepak bola NTT.
Terima kasih. Semoga.*

Penulis adalah Technical Delegate (ID) ETMC XXXIV Ende.

Berita Terkait

Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem
Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores
Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak
Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP
Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores
Berita ini 218 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:10 WITA

Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati

Sabtu, 12 September 2026 - 12:58 WITA

Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar

Jumat, 11 September 2026 - 16:23 WITA

Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem

Kamis, 10 September 2026 - 19:11 WITA

Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

Senin, 7 September 2026 - 09:18 WITA

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores

Berita Terbaru

Opini

Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:58 WITA