Christmas Truce, Sejarah Natal yang Menghentikan Perang

- Jurnalis

Senin, 9 Desember 2024 - 10:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fidel Dari

Fidel Dari

Oleh: Fidel Dari

PADA Tahun 1914 sedang terjadi perang antara dua kekuatan besar di Eropa yakni Jerman dan Inggris yang dikenal dengan sebutan Perang Dunia Pertama (PD 1) .

Ada peristiwa sejarah yang mengharukan dalam perang yang dimotori Jerman bersama sekutunya kala itu. Peristiwa itu kemudian dikenal sebagai Muzijat atau Christmas Truce 1914

Pada siang hari 24 Desember 1914, di sebuah front pertempuran di tepatnya di daerah Baravia Jerman, kontak senjata tak terelakkan antara Pasukan Jerman dan Inggris. Saat itu korban berjatuhan dari kedua pihak.

Namun, saat malam Natal tiba, suasana saat itu menjadi hening. Tak lagi terdengar letupan senjata baik dari pasukan Jerman maupun pasukan Inggris. Semuanya larut dalam keheningan sembari berjaga dalam posisi siap menyerang.

Pasukan Jerman memecah keheningan malam dengan menyanyikan lagu Natal dalam bahasa mereka. Mendengar dari seberang, pasukan Inggris juga ikut menyanyikan lagu Natal, Christmas Carol dan Silent Night atau malam Kudus. Semua Tentara hanyut dalam suasana malam itu.

Hingga larut malam, kedua pasukan yang bermusuhan menyanyikan lagu-lagu Natal dan meresapi keheningan malam Natal. Suasana perang pun berubah. Tidak ada satupun peluru yang melesit dari moncong senapan tentara hingga pagi hari 25 Desember 1914.

Baca Juga :  Netral dan Independen Media dalam Membaca Kasus Waduk Lambo

Natal telah menghilangkan dendam dan hasrat tentara untuk membunuh atau dibunuh pada saat itu. Kekuatan Natal pun mendorong seorang tentara Jerman menuju posisi tentara Inggris.

Tanpa senjata ataupun peledak. Tentara yang gagah berani itu menuju posisi musuh dengan membawa pohon Natal kecil sambil berteriak “Merry Christmas”.

Melihat itu, seorang tentara Inggris kemudian berdiri dan melambaikan tangannya ke arah tentara Jerman.

Namun beberapa temannya merasa khawatir jika itu hanyalah jebakan dari pasukan Jerman dan mereka pasti dengan mudahnya mati ditembak. Mereka memilih tetap dalam posisinya.

Beberapa saat kemudian karena tak ada satupun bunyi tembakan, semua tentara Inggris berdiri dan keluar dari posisinya.

Mereka melambaikan tangan ke arah tentara Jerman sambil meneriakkan selamat natal dalam bahasa Jerman, “Frohliche Weihnachten”.

Kedua pasukan itu akhirnya bertemu untuk saling menyapa, berpelukan, membagi rokok, minuman, bermain kartu, bermain bola hingga mengumpulkan mayat-mayat prajurit yang tewas untuk dikuburkan.

Baca Juga :  Di Penghujung Sebuah Perjalanan (Sebuah Refleksi)

Itulah sekilas kisah keajaiban Natal yang dikenal dalam peristiwa Christmas Truce 25 Desember 1914.

Peristiwa bersejarah ini diadaptasi menjadi sebuah karya, baik dalam bentuk film, lagu, dan pertunjukan teater.

Pada 1983, video klip dari lagu “Pipes of Peace” karya Paul McCartney menggambarkan cerita fiksi tentang peristiwa Christmas Truce.

Pada 2005, sebuah film karya sutradara Christian Carion berjudul “Joyeux Noel” (Selamat Natal), yang merupakan hasil kerja sama Inggris, Belgia, Perancis, Jerman, dan Rumania, dirilis.

Di Tahun 2008, Christmas Truce diangkat menjadi sebuah pertunjukan drama musikal berjudul “All is Calm: The Christmas Truce of 1914”, di Pantages Teater, Mineeapolis, Amerika Serikat.

Peristiwa bersejarah ini juga diabadikan dalam sebuah monumen karya Andrew Edward yang terletak di Messines, Belgia.

Monumen tersebut berupa patung prajurit Jerman dan Sekutu yang sedang berjabat tangan dan di tengah-tengah mereka terdapat sebuah bola. *

Penulis Adalah Wartawan dan Pegiat Sosial.

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dugaan Pengancaman dan Pencemaran Nama Baik Tokoh Agama, 7 Warga Nangahale Ditetapkan Tersangka
Prediksi BMKG Provinsi NTT Memiliki Intensitas Hujan Sangat Lebat pada 13-14 Desember 2025
Wabup Paparkan Lima Intervensi Kebijakan Pemda Sikka Terkait HKI dan Sampaikan Apresiasi
Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN
Ombudsman NTT Tegaskan–Pasien JKN Tidak Boleh Jadi Korban
Ombudsman NTT Tekankan Pentingnya Keterbukaan Kantor Imigrasi
ASN di Sikka Dilarang Berbelanja di Pasar Ilegal–‘Kita Mulai dari Diri Kita, Aparat Pemerintah’
Pemda Sikka Tata Pasar Alok, Aktifitas Pasar Bisa Sampai Malam Hari
Berita ini 261 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:29 WITA

Dugaan Pengancaman dan Pencemaran Nama Baik Tokoh Agama, 7 Warga Nangahale Ditetapkan Tersangka

Sabtu, 13 Desember 2025 - 09:00 WITA

Prediksi BMKG Provinsi NTT Memiliki Intensitas Hujan Sangat Lebat pada 13-14 Desember 2025

Sabtu, 13 Desember 2025 - 08:12 WITA

Wabup Paparkan Lima Intervensi Kebijakan Pemda Sikka Terkait HKI dan Sampaikan Apresiasi

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:31 WITA

Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN

Jumat, 12 Desember 2025 - 19:33 WITA

Ombudsman NTT Tekankan Pentingnya Keterbukaan Kantor Imigrasi

Berita Terbaru

Bentara Net

Menata Ekonomi Lokal

Sabtu, 13 Des 2025 - 08:33 WITA

Nusa Bunga

Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN

Jumat, 12 Des 2025 - 21:31 WITA