Masyarakat Adat Langa-Ngada Rayakan Pesta Reba - FloresPos Net

Masyarakat Adat Langa-Ngada Rayakan Pesta Reba

- Jurnalis

Jumat, 19 Januari 2024 - 21:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Masyarakat adat Se Ulu Langa Meze Eko Pale Mala di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), merayakan pesta adat Reba.

Pembukaan pesta adat Reba itu ditandai dengan perayaan ekaristi dipimpin Pastor Paroki Langa, RD. Daniel Aka didampingi imam konselebrantes pada Senin (15/1/2024), di Kampung Bopati, Desa Borani, Kecamatan Bajawa.

Para imam konselebran di antaranya, Koodinator Pastoral Kevikepan Bajawa, RD. Gabriel Idrus, Koordinator Pastoral Kevikepan Mbay, RD. Asterius Lado, Ketua Yasukda Ngada, RD. Silverius Betu, Rektor Seminari Santo Paulus Mataloko, RP. Aloysius Rodja dan beberapa imam asal Paroki Langa; RD. Rofinus Neto Wuli, RP. Leonardus Djawa, RP. Paulus Nua, Pastor Paroki Santo Yoseph Bajawa, RP. Remigius Todang dan lainnya.

RD. Rofinus Neto Wuli yang didaulat sebagai pengkotbah pada perayaan ekaristi itu mengatakan, Reba merupakan perayaan penuh makna.

Penuh makna, karena semua orang Ngada mengungkapkan rasa syukurnya atas anugerah kehidupan di tahun yang lalu sekaligus memohon berkat perjalanan hidup di tahun yang baru.

Kata RD. Rofinus Neto Wuli, sebagai salah satu puncak dari kehidupan kebudayaan orang Ngada dan melalui ritus Su’I Uwi, orang Ngada ingin mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Yang Ilahi yang disebut sebagai Dewa penyelenggara tunggal atas kehidupan manusia yang telah memberikan kehidupan melalui Uwi atau Ubi sebagai simbol santapan jasmani.

Baca Juga :  Menang Adu Penalti, PSN Ngada Boyong Piala El Tari ke Bajawa

Pastor Paroki Maria Ratu Semesta Alam, RD. Daniel Aka dalam sambutan menyampaikan rasa bangga dengan adanya pesta adat Reba.

Reba, kata RD. Daniel Aka, memiliki makna mempersatukan terutama dalam keluarga dan suku-suku.

Reba juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan martabat, baik itu martabat diri, martabat keluarga, suku-suku dan martabat Paroki Langa.

RD. Daniel Aka mengatakan, intinya Reba itu mempersatukan, saling mendengarkan dan memperhatikan.

Kata RD. Daniel Aka, Reba yang diwariskan bukan soal seremonial seperti makan dan minum, tetapi lebih dari itu setiap orang Langa harus dapat menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam reba dengan terus memperharui diri hidup secara baru dengan roh kristiani yang baru pula.

Sementara Bupati Ngada Paru Andreas dalam sambutan mengatakan Reba sebagai momentum mempersatukan memiliki arti harus ada kedamaian dalam setiap pribadi mulai dari dalam hati, dalam Sao dan juga dalam keluarga.

Oleh karena itu, masyarakat adat Langa perlu menjadikan Reba sebagai model untuk mengkonkritkan perwujudan kedamaian itu dalam kehidupan masyarakat.

Reba juga mengingatkan kepada setiap orang Langa tentang pesan para leluhur yaitu kerja keras dan bersatu padu. Rekonsialisasi diperbanyak menuju persatuan sebab Reba tidak hanya seremonial tetapi menjadi kesempatan emas rekonsialisasi untuk persatuan dan kesatuan.

Baca Juga :  Pengurus PKB Ngada Serahkan Berkas Pendaftaran Berni Dhey ke NasDem Ngada

Bupati Andreas juga mengatakan, momentum Reba mau mengajak masyarakat untuk terus bekerja keras tuza mula wesi peni sebagaimana tertuang dalam visi Ngada Tante Nela Paris.

Bupati Andreas juga mengajak para generasi muda khususnya generasi muda se Ulu langa Meze Eko Pale Mala untuk menjadi manusia yang unggul dan mandiri.

Perayaan ekaristi berlangsung hikmad dan meriah dimeriahkan tarian inkulturasi dan paduan suara umat wilayah Borani diiringi musik kulintang takatunga.

Seluruh rangkaian perayaan misa syukur pembukaan Reba Langa ditutup dengan makan dan minum bersama, ka maki nari, inu tua teme di Kampung Bopati Desa Borani Kecamatan Bajawa.

Hadir saat itu Penasehat Kementerian Hukum dan HAM RI Drs. Josef A Nae Soi, Anggota DPR RI Andreas Hugo Pareira, Anggota DPD RI, Angelo Wake Kako, Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM RI Wilayah NTT, Marciana Dominika Djone, Bupati Ngada Paru Andreas dan Wakil Bupati Ngada, Raymundus Bena, Sekda Ngada, Th. Yos Nono, para mantan Bupati Ngada di antaranya Albertus Botha dan Drs. Paulus Soliwoa. *

Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Polwan Polres Ende Berikan Trauma Healing di SD Inpres Tetandara
BPOLBF Dampingi Ratusan UMKM di NTT
Bingkisan Kasih Julie Laiskodat, 1 Ton Beras untuk Penyintas Lewotobi Laki-laki Seminari San Dominggo
Bupati Sikka Sebutkan Pemda Sikka Koordinasi Pesawat Angkut Jenasah Korban Penembakan KKB di Papua ke Maumere
Bupati Sikka Minta Presiden Bertindak, Negara Tidak Boleh Kalah Melawan Separatis
Kadis Kesehatan Mediasi Keributan Nakes dan Perawat di RS TC Hillers Maumere, Kedua Pihak Saling Memaafkan
TNI Hadir Memulihkan Luka Batin Anak-Anak SDK Wancang Manggarai
Dua Hari Lagi Tanggap Darurat Fase Kedua Berakhir, Ratusan Warga Nioniba Masih Bertahan di Posko Pengungsi
Berita ini 377 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 12:24 WITA

Polwan Polres Ende Berikan Trauma Healing di SD Inpres Tetandara

Sabtu, 12 September 2026 - 12:21 WITA

BPOLBF Dampingi Ratusan UMKM di NTT

Jumat, 11 September 2026 - 22:28 WITA

Bingkisan Kasih Julie Laiskodat, 1 Ton Beras untuk Penyintas Lewotobi Laki-laki Seminari San Dominggo

Jumat, 11 September 2026 - 20:35 WITA

Bupati Sikka Minta Presiden Bertindak, Negara Tidak Boleh Kalah Melawan Separatis

Jumat, 11 September 2026 - 20:20 WITA

Kadis Kesehatan Mediasi Keributan Nakes dan Perawat di RS TC Hillers Maumere, Kedua Pihak Saling Memaafkan

Berita Terbaru

Opini

Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:58 WITA

Nusa Bunga

Polwan Polres Ende Berikan Trauma Healing di SD Inpres Tetandara

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:24 WITA

Advertorial

BPOLBF Dampingi Ratusan UMKM di NTT

Sabtu, 12 Sep 2026 - 12:21 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Di Balik Status yang Berakhir

Sabtu, 12 Sep 2026 - 10:57 WITA