Ancaman Serius Akses Bagi Warga, Jalan Penghubung Lintas Utara-Selatan Flores Timur Tertimbun Material Lahar Dingin Lewotobi - FloresPos Net

Ancaman Serius Akses Bagi Warga, Jalan Penghubung Lintas Utara-Selatan Flores Timur Tertimbun Material Lahar Dingin Lewotobi

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 20:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Ruas Jalan Nobo-Nurabelen di Kecamatan Ile Bura Tertimbun Material Lahar Dingin

Kondisi Ruas Jalan Nobo-Nurabelen di Kecamatan Ile Bura Tertimbun Material Lahar Dingin

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Ruas jalan penghubung lintas Utara dan Selatan Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya antara Desa Nobo dan Desa Nurabelen tertutup material lahar dingin gunung Lewotobi yang masih terus bergejolak.

Mobilitas dan akses keluar masuk warga Kecamatan Ile Bura khususnya 4 desa tambah 1 desa persiapan di pesisir utara dan selatan sangat terganggu. Ini menjadi ancaman sangat serius bagi akses dan aktivitas warga.

Pantauan Florespos.net, Selasa (21/4/2026), badan jalan pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Nobo dan Desa Nurabelen tertutup dan tertimbun material lahar dingin berupa tanah, pasir dan bebatuan gunung.

Ruas jalan kabupaten ini merupakan satu-satunya akses warga yang bermukim di lintas utara-selatan dari dan ke Desa Riangrita, Desa Lewotobi, Desa Persiapan Lewouran, Desa Lewoawang dan Desa Riangbaring di wilayah Kecamatan Ile Bura.

Baca Juga :  Bank NTT Bajawa Serahkan CSR Cegah Stunting

Total Tertimbun Material 1,3 KM

Pada titik badan jalan tertimbun material lahar dingin itu, jalannya bergelombang karena material sudah cukup tinggi. Beberapa jembatan kecil dan crosway tampak ambruk. Warga desa praktis bisa melintas hanya pada saat musim panas atau tidak terjadi hujan di puncak gunung.

“Ruas jalan tertimbun material  terpanjang 387 meter. Lainnya pendek-pendek saja. Total badan jalan yang tertimbun material sekitar 1,3 km,” ungkap Kepala Desa Nurabelen, Lambertus Bura Puka ditemui disela mengikuti perayaan Hari Kartini di Kantor Camat Ile Bura, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga :  Misa Syukur Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro Jadi Perjumpaan Lintas Agama Diaspora Flores Timur Lembata

“Jalan itu sangat sulit dilalui ketika hujan di puncak gunung. Banjir lahar dingin dan sangat berbahaya, baik bagi pengendara maupun warga yang melintas,” tambah Lambertus Puka.

Lambertus Puka mengatakan, setiap hujan atau banjir lahar dingin, warga Desa Nurabelen dan desa sekitarnya tidak bisa melintas di ruas jalan itu.

“Jalan tidak bisa diakses sama sekali ketika hujan turun dan banjir lahar dingin. Biasanya, kami tunggu sampai kering atau surut baru kami bisa jalan. Kalau mau perlu cepat kami kerja bakti buka jalan sehingga warga bisa keluar dan masuk desa,” katanya.

Penulis : Wentho Eliando

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Harumkan Nama Ende, Siswi SMAKN Ende Melaju ke Tingkat Nasional OSN Bidang Kimia
Kemenag Sikka Evaluasi Layanan TPG dan PPG, Tiga Guru Dimintai Pendapat
Guru Agama di Sikka Laporkan Kasus Dugaan Tindak Pidana Penghinaan ke Polres Sikka
Terapkan Tabela, Manggarai Barat Butuh Seribu Lebih Ton Benih Padi Berlabel
Kisah Raja Amanuban Usi Don Louis Nope Melawan Pendudukan Belanda
Dari Halaman Asrama Menuju Lapangan Kehormatan
Kalahkan CBN, Putri Carmel Tantang Q One Club di Final Soekarno Cup
Bangun Ketahanan Pangan Keluarga, Istri Bupati Sikka Bersinergi Bersama Petani Milenial
Berita ini 144 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:42 WITA

Harumkan Nama Ende, Siswi SMAKN Ende Melaju ke Tingkat Nasional OSN Bidang Kimia

Rabu, 5 Agustus 2026 - 20:06 WITA

Kemenag Sikka Evaluasi Layanan TPG dan PPG, Tiga Guru Dimintai Pendapat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:45 WITA

Guru Agama di Sikka Laporkan Kasus Dugaan Tindak Pidana Penghinaan ke Polres Sikka

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Terapkan Tabela, Manggarai Barat Butuh Seribu Lebih Ton Benih Padi Berlabel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:06 WITA

Kisah Raja Amanuban Usi Don Louis Nope Melawan Pendudukan Belanda

Berita Terbaru