Jumlah CO2 yang dihasilkan diperkirakan mencapai separuh dari jumlah yang dihasilkan oleh PLTU Batu Bara unutk produksi listrik dengan daya yang sama. Senyawa yang dihasilkan tidak hanya bersifat merusak, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan manusia (Ario Jempau, 2021).
Dampak negatif terhadap lingkungan juga dikemukan oleh Batu Bara (2014) setelah meneliti beberapa PLTP di Indonesia, termasuk PLTP Mataloko, yang saat ini kondisinya tidak terurus, sebuah PLTP yang gagal total dalam proyek pembangunan PLTP di Indonesia.
Batu Bara menyebutkan bahwa ada 3 dampak negatif yang terjadi akibat eksplorasi dan eksploitasi panas bumi untuk PLTP.
Pertama, ekstraksi panas bumi melalui proses fracking, upaya memperbesar daya serap batuan untuk megalirkan cairan panas dan gas telah menyebabkan gempa minor karena menurunya koehesivitas (daya ikat) batuan.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Selanjutnya










