Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten - FloresPos Net - Page 6

Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 17:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stasiun Pasarnguter, berada dekat kawasan industri jamu dan manufaktur, titik ini dapat dikembangkan menjadi simpul transit terpadu bagi ribuan buruh pabrik di koridor Nguter.

Kedua, penyelarasan jadwal (timed transfer). Penyelarasan jadwal terkoordinasi (timed-transfer) antara KA Batara Kresna dan Trans Jateng koridor Solo–Wonogiri menjadi kunci utama memangkas waktu tunggu perpindahan moda di koridor selatan Subosukawonosraten.

Mengingat jam operasional Trans Jateng yang membentang panjang dari pukul 05.00 – 19.00 WIB dengan interval 15–20 menit, layanannya mampu memayungi empat waktu operasional pasti Batara Kresna: keberangkatan dari Purwosari (06.00 dan 10.00 WIB) serta dari Wonogiri (08.00 dan 12.00 WIB).

Baca Juga :  Hari Bapak Nasional dan Turnamen Eltari Memorial Cup 2025

Melalui pengaturan kedatangan bus di halte simpul (Stasiun Wonogiri, Pasar Nguter, dan Sukoharjo) berselang 5–10 menit setelah kereta merapat, penumpang kereta dapat langsung melanjutkan perjalanan ke pelosok kawasan tanpa jeda tunggu lama; sekaligus menjadikan Trans Jateng sebagai penyerap andalan dan penyambung mobilitas utama saat jadwal kereta berakhir selepas siang hari.

Catatan penutup

Tingginya mobilisasi hampir 1,9 juta penumpang sepanjang 2025 menjadi bukti tak terbantahkan bahwa KA Batara Kresna dan Trans Jateng bukanlah dua entitas yang saling mematikan, melainkan duet urat nadi penopang kesejahteraan 2,5 juta warga di selatan aglomerasi Subosukawonosraten.

Baca Juga :  Quo Vadis Reksa Pastoral Keuskupan Agung Ende? Peliharalah Kasih Persaudaraan

Dengan memadukan kepastian jadwal KA Batara Kresna dan fleksibilitas armada Trans Jateng Solo – Wonogiri melalui integrasi fisik serta keselarasan waktu di simpul-simpul transit utama, koridor Solo – Sukoharjo – Wonogiri tidak hanya mengurangi persoalan kemacetan dan keselamatan berkendara di jalan arteri, namun harmonisasi ini adalah pelindung nyata daya beli buruh berpenghasilan UMK.

Sebuah bukti nyata bahwa integrasi angkutan umum massal yang terjangkau mampu menjaga napas perekonomian keluarga pekerja dan memacu pertumbuhan kawasan yang inklusif serta berkelanjutan. *

Penulis adalah Sekretaris Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Jawa Tengah

Berita Terkait

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem
Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores
Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:58 WITA

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

Minggu, 13 September 2026 - 18:35 WITA

Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores

Minggu, 13 September 2026 - 17:01 WITA

Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten

Sabtu, 12 September 2026 - 12:58 WITA

Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar

Berita Terbaru

Opini

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 Sep 2026 - 14:58 WITA

Nusa Bunga

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 Sep 2026 - 10:02 WITA