Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten - FloresPos Net - Page 4

Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 17:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penghematan ini secara langsung memperbesar disposable income keluarga buruh untuk pemenuhan gizi, pendidikan anak, dan konsumsi pasar lokal.

Kedua, reduksi beban kemacetan dan risiko kecelakaan, penyerapan hampir 1,9 juta penumpang per tahun secara langsung memindahkan volume kendaraan pribadi dari Jl. Raya Solo–Wonogiri.

Koridor arteri ini memiliki tingkat kerawanan tinggi karena bercampurnya kendaraan berat industri, bus AKAP, dan puluhan ribu sepeda motor komuter setiap harinya.

Ketiga, eisiensi belanja subsidi publik (APBN dan APBD), KA Batara Kresna didanai melalui skema PSO/Perintis APBN (Kemenhub), sedangkan Trans Jateng didanai melalui skema BTS APBD Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga :  Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP

Harmonisasi kedua moda memastikan anggaran negara dan daerah saling memperkuat jangkauan layanan.

Keempat, pemerataan akses ekonomi antarwilayah. Masyarakat di Kab. Wonogiri dan Kab. Sukoharjo mendapatkan kemudahan akses menuju pusat-pusat pendidikan dan lapangan kerja di Kota Surakarta tanpa terbebani biaya sewa tempat tinggal (indekos).

Baca Juga :  Praktik Labeling di Ruang Kelas dan Derita Identitas

Sebaliknya, kawasan industri Sukoharjo dan potensi pariwisata Wonogiri kian mudah dijangkau oleh tenaga kerja maupun pelancong dari Solo Raya.

Peluang kolaborasi dan harmonisasi antarmoda

Peluang sinergi antara KA Batara Kresna dan Trans Jateng Koridor Solo–Wonogiri sangat terbuka lebar dengan saling mengisi celah operasional. KA Batara Kresna berperan sebagai moda penarik (wisata dan langsung/direct point-to-point) dan Trans Jateng sebagai tulang punggung mobilitas harian.

Berita Terkait

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem
Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores
Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:58 WITA

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

Minggu, 13 September 2026 - 18:35 WITA

Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores

Minggu, 13 September 2026 - 17:01 WITA

Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten

Sabtu, 12 September 2026 - 12:58 WITA

Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar

Berita Terbaru

Opini

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 Sep 2026 - 14:58 WITA

Nusa Bunga

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 Sep 2026 - 10:02 WITA