Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten - FloresPos Net - Page 3

Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 17:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kedua, memiliki _headway_ rapat berkisar antara 15–20 menit, menjamin ketersediaan angkutan secara teratur dari pagi hingga sore hari.Ketiga, memiliki jaringan halte dan selter yang rapat di sepanjang tepi jalan arteri.

Keempat, memiliki tarif terjangkau sebesar Rp 5.000 untuk penumpang umum dan Rp 1.000 bagi buruh, pelajar, serta veteran; dan Kelima, segmentasi penumpang komuter harian (pekerja pabrik, pelajar) di koridor sentra industri (Sukoharjo), fasilitas pendidikan, dan pusat aktivitas urban/kota.

KA Batara Kresna (rail transit berbasis jalur rel),Pertama, memiliki 4 perjalanan per hari dengan jadwal keberangkatan tetap (keberangkatan dari Stasiun Purwosari (Solo) di pagi hari pukul 06.00 WIB dan siang hari pukul 10.00 WIB serta keberangkatan dari Stasiun Wonogiri di pagi hari pukul 08.00 WIB dan siang hari pukul 12.00 WIB.

Baca Juga :  Futsal Ekasapta, Sumpah Pemuda dan Seribu Wajah Indonesia

Kedua, memiliki waktu tempuh pasti tanpa terpengaruh kemacetan jalan arteri pada jam-jam sibuk, melintasi rute unik rel kota di Jalan Slamet Riyadi, Stasiun Solo Kota, Stasiun Sukoharjo, Stasiun Pasarnguter, hingga Stasiun Wonogiri.

Ketiga, menerapkan tarif perintis (PSO) flat sebesar Rp4.000 per perjalanan dan Keempat, segmentasi penumpang end-to-end yang tidak terikat waktu ketat, pedagang pasar yang membawa barang dagangan, lansia, kelompok rombongan, serta wisatawan yang memanfaatkan suasana perjalanan santai.

Baca Juga :  Membongkar Museum Kepongahan Parlemen

Manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah

Sinergi antara Trans Jateng dan Batara Kresna memberikan dampak yang signifikan bagi Koridor Selatan Subosukawonosraten.

Pertama, proteksi daya beli pekerja berpenghasilan UMK, dengan tarif harian yang sangat terjangkau (Rp 1.000–Rp 5.000 per perjalanan), pengeluaran transportasi pekerja dapat ditekan hingga di bawah Rp 200.000 per bulan (hanya sekitar 8–9% dari rata-rata UMK).

Berita Terkait

Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Sumpah yang Dimudahkan
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Sumpah yang Dimudahkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Berita Terbaru