Justru dalam situasi krisis, masyarakat perlu menemukan dan menguatkan kembali kekuatan kolektif untuk memulihkan usaha, mengembangkan potensi lokal, menciptakan nilai tambah, serta memperluas sumber-sumber pendapatan.
Pemulihan pascabencana itu tidak seharusnya dimaknai sekadar sebagai upaya mengembalikan keadaan seperti sebelum bencana. Kondisi sebelum bencana belum tentu telah mencerminkan masyarakat yang kuat secara ekonomi dan tahan terhadap berbagai guncangan.
Rekonstruksi harus menjadi kesempatan untuk memperbaiki kelemahan yang ada, memperkuat kapasitas masyarakat, dan membangun sistem ekonomi yang lebih adaptif. Melalui semangat kebersamaan, inovasi, dan kemandirian, masyarakat dapat mengubah pengalaman bencana menjadi titik balik pembangunan.
Dengan demikian maka, Flores tidak hanya bangkit dari reruntuhan, tetapi juga melangkah menuju ekonomi rakyat yang lebih kuat, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Gempa dapat merobohkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan harapan masyarakat. Guncangan mungkin menghentikan aktivitas ekonomi untuk sementara, namun tidak semestinya memadamkan cita-cita membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Justru dalam situasi krisis, semangat kebangkitan perlu diperkuat melalui pemulihan ekonomi, pengembangan usaha produktif, dan peningkatan kapasitas masyarakat. Dari reruntuhan, Flores harus mampu menata kembali fondasi ekonomi rakyat yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.*
Penulis Adalah; Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Flores Ende.










