Pertama, sektor pertanian perlu bergerak dari orientasi produksi menuju orientasi nilai tambah. Tidak cukup hanya meningkatkan hasil panen apabila petani tetap menjual produk dalam bentuk mentah dengan harga rendah. Pengolahan, pengemasan, standardisasi mutu, branding, dan pemasaran harus menjadi bagian dari rantai ekonomi rakyat.
Kedua, sektor kelautan dan perikanan perlu memberikan posisi yang lebih kuat kepada nelayan dan masyarakat pesisir. Potensi laut tidak boleh hanya menjadi sumber bahan baku bagi rantai perdagangan yang keuntungan terbesarnya berada di luar komunitas lokal.
Ketiga, usaha mikro, kecil, dan menengah perlu ditempatkan sebagai fondasi ekonomi, bukan sekadar sektor pelengkap. Banyak rumah tangga di Flores sesungguhnya telah memiliki keterampilan, tetapi belum memiliki ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha mereka.
Keempat, pariwisata harus dikembangkan dengan prinsip masyarakat sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton. Pertumbuhan destinasi tidak akan memiliki makna sosial yang kuat apabila masyarakat lokal hanya menjadi tenaga kerja dengan posisi ekonomi paling rendah.
Dengan demikian, GEMPAR bukan hanya program untuk “meningkatkan penghasilan”, tetapi GEMPAR harus menjadi gerakan untuk meningkatkan posisi tawar ekonomi rakyat.
Ketahanan Ekonomi adalah Bagian dari Mitigasi Bencana
Salah satu pelajaran penting dari berbagai bencana adalah bahwa ketahanan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kualitas bangunan atau sistem peringatan dini. Ketahanan juga ditentukan oleh kemampuan ekonomi masyarakat untuk bertahan dan pulih.
Rumah yang tahan gempa memang penting, infrastruktur yang kuat juga sangat penting. Tetapi keluarga yang memiliki sumber pendapatan yang beragam, tabungan, keterampilan, jaringan ekonomi, dan akses terhadap pasar akan memiliki kemampuan pemulihan yang lebih baik.










