Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores - FloresPos Net - Page 2

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 09:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baltasar Djata

Baltasar Djata

Gempa selalu memiliki dimensi lanjutan: kerusakan rumah, terganggunya aktivitas ekonomi, hilangnya pendapatan, terputusnya distribusi barang, meningkatnya biaya hidup, dan dalam situasi tertentu, bertambahnya kelompok masyarakat rentan.

Kondisi geografis dan geologis Nusa Tenggara Timur, termasuk Flores, menempatkannya pada kawasan dengan berbagai ancaman bencana geologis, sementara pengalaman gempa Flores menunjukkan bahwa dampak bencana dapat meluas dari kerusakan fisik hingga terganggunya konektivitas, mobilitas warga, dan aktivitas ekonomi masyarakat (BNPB, 2025; BNPB, 2026).

Dalam perspektif pembangunan, dampak gempa sering kali lebih berat bagi masyarakat yang sejak awal memiliki basis ekonomi lemah.

Baca Juga :  Rumah Rusak Dampak Gempa Flores Bisa Dibangun Kembali Oleh Pemiliknya, Pemerintah Siapkan Dana

Hal ini disebabkan oleh keterbatasan aset, tabungan, akses pembiayaan, perlindungan sosial, dan sumber pendapatan alternatif yang membuat rumah tangga berpendapatan rendah memiliki kapasitas yang lebih kecil untuk menyerap guncangan dan melakukan pemulihan pascabencana.

Dengan demikian, bencana tidak hanya menimbulkan kerugian material dalam jangka pendek, tetapi juga berpotensi memperdalam kemiskinan dan menghambat proses pembangunan dalam jangka panjang (World Bank, 2014).

Baca Juga :  Panggung Global dan Pergeseran Kekuasaan (Catatan Singkat Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026)

Seorang pedagang kecil yang kehilangan tempat usaha, seorang petani yang mengalami gangguan distribusi hasil produksi, nelayan yang kehilangan akses terhadap sarana ekonomi, atau pekerja informal yang pendapatannya bergantung pada aktivitas harian, semuanya dapat mengalami dampak yang jauh lebih panjang daripada durasi gempa itu sendiri.

Karena itu, persoalan kebencanaan sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dari persoalan ekonomi rakyat. Semakin lemah ketahanan ekonomi masyarakat, semakin besar pula risiko sosial yang ditimbulkan oleh sebuah bencana.

Berita Terkait

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA