Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores - FloresPos Net - Page 4

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 09:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baltasar Djata

Baltasar Djata

Dalam perspektif pengembangan industri dan rantai nilai, keterbatasan kapasitas pengolahan, teknologi, akses pasar, dan posisi tawar produsen lokal menyebabkan sebagian besar nilai ekonomi suatu komoditas dapat tercipta dan terakumulasi pada tahapan pengolahan, distribusi, dan pemasaran yang berada di luar komunitas atau daerah penghasil bahan baku (UNIDO, 2009).

Sebagai contoh petani menghasilkan komoditas, tetapi harga ditentukan pasar di luar dirinya. Nelayan menangkap ikan, tetapi keuntungan distribusi dapat lebih besar daripada keuntungan nelayan. Pelaku usaha kecil memproduksi barang, tetapi akses terhadap modal, teknologi, pemasaran, dan jaringan distribusi masih terbatas. GEMPAR seharusnya hadir untuk memutus pola tersebut.

Dari Bantuan menuju Pemberdayaan

Pasca-bencana, bantuan merupakan sesuatu yang penting dan bahkan mendesak. Negara dan berbagai elemen masyarakat memiliki tanggung jawab kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi. Namun, pembangunan tidak boleh berhenti pada bantuan. Bantuan yang terlalu lama tanpa strategi pemberdayaan dapat menciptakan ketergantungan.

Baca Juga :  Manusia Paskah (Sebuah Refleksi)

Sebaliknya, pemberdayaan tanpa perlindungan sosial juga dapat menjadi tidak realistis ketika masyarakat sedang berada dalam kondisi krisis. Karena itu, diperlukan sebuah pendekatan bertahap: Pertolongan, Pemulihan, Pemberdayaan, dan Kemandirian.

Dalam kerangka ini, GEMPAR dapat menjadi jembatan antara fase pemulihan pasca-bencana dan pembangunan ekonomi jangka panjang. Masyarakat tidak hanya dibantu untuk kembali seperti keadaan sebelum bencana, tetapi didorong untuk memiliki kapasitas ekonomi yang lebih kuat daripada sebelumnya.

Baca Juga :  Koalisi Partai: Langkah Strategis atau Manuver Politik?

Artinya, rekonstruksi pascabencana tidak boleh berhenti pada pembangunan kembali rumah dan infrastruktur yang rusak. Lebih dari itu, rekonstruksi harus menjadi momentum untuk memulihkan, bahkan meningkatkan, kapasitas produksi masyarakat melalui penguatan usaha, keterampilan, akses modal, dan jaringan pasar. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya kembali pulih secara fisik, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan tangguh.

GEMPAR melalui Gerakan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal

Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat (GEMPAR) di Flores perlu dimulai dari sebuah prinsip sederhana: apa yang dimiliki masyarakat, apa yang dibutuhkan pasar, dan bagaimana keduanya dipertemukan secara adil dan berkelanjutan?

Berita Terkait

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA