Dalam perspektif pengembangan industri dan rantai nilai, keterbatasan kapasitas pengolahan, teknologi, akses pasar, dan posisi tawar produsen lokal menyebabkan sebagian besar nilai ekonomi suatu komoditas dapat tercipta dan terakumulasi pada tahapan pengolahan, distribusi, dan pemasaran yang berada di luar komunitas atau daerah penghasil bahan baku (UNIDO, 2009).
Sebagai contoh petani menghasilkan komoditas, tetapi harga ditentukan pasar di luar dirinya. Nelayan menangkap ikan, tetapi keuntungan distribusi dapat lebih besar daripada keuntungan nelayan. Pelaku usaha kecil memproduksi barang, tetapi akses terhadap modal, teknologi, pemasaran, dan jaringan distribusi masih terbatas. GEMPAR seharusnya hadir untuk memutus pola tersebut.
Dari Bantuan menuju Pemberdayaan
Pasca-bencana, bantuan merupakan sesuatu yang penting dan bahkan mendesak. Negara dan berbagai elemen masyarakat memiliki tanggung jawab kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi. Namun, pembangunan tidak boleh berhenti pada bantuan. Bantuan yang terlalu lama tanpa strategi pemberdayaan dapat menciptakan ketergantungan.
Sebaliknya, pemberdayaan tanpa perlindungan sosial juga dapat menjadi tidak realistis ketika masyarakat sedang berada dalam kondisi krisis. Karena itu, diperlukan sebuah pendekatan bertahap: Pertolongan, Pemulihan, Pemberdayaan, dan Kemandirian.
Dalam kerangka ini, GEMPAR dapat menjadi jembatan antara fase pemulihan pasca-bencana dan pembangunan ekonomi jangka panjang. Masyarakat tidak hanya dibantu untuk kembali seperti keadaan sebelum bencana, tetapi didorong untuk memiliki kapasitas ekonomi yang lebih kuat daripada sebelumnya.
Artinya, rekonstruksi pascabencana tidak boleh berhenti pada pembangunan kembali rumah dan infrastruktur yang rusak. Lebih dari itu, rekonstruksi harus menjadi momentum untuk memulihkan, bahkan meningkatkan, kapasitas produksi masyarakat melalui penguatan usaha, keterampilan, akses modal, dan jaringan pasar. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya kembali pulih secara fisik, tetapi juga memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan tangguh.
GEMPAR melalui Gerakan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat (GEMPAR) di Flores perlu dimulai dari sebuah prinsip sederhana: apa yang dimiliki masyarakat, apa yang dibutuhkan pasar, dan bagaimana keduanya dipertemukan secara adil dan berkelanjutan?










