Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores - FloresPos Net - Page 3

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 09:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baltasar Djata

Baltasar Djata

Di sinilah Flores membutuhkan paradigma pembangunan yang tidak hanya berbicara tentang rekonstruksi bangunan, tetapi juga rekonstruksi kemampuan ekonomi masyarakat.

GEMPAR: Mengubah Masyarakat dari Penerima Menjadi Penggerak

GEMPAR, atau Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat, dapat diposisikan sebagai sebuah paradigma pembangunan berbasis masyarakat. Kata kuncinya bukan semata-mata “pendapatan”, melainkan pendapatan asli rakyat.

Konsep ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang ideal bukan hanya terlihat dalam statistik makro, tetapi harus benar-benar tercermin dalam meningkatnya kemampuan rumah tangga untuk memperoleh, mengelola, dan mengembangkan sumber-sumber ekonomi secara mandiri.

Baca Juga :  Perspektif Komunikasi dalam Menjembatani Kesenjangan Pemerataan Pendidikan

Pendapatan asli rakyat berarti nilai ekonomi yang bertumbuh dari aktivitas produktif masyarakat sendiri. Dalam perspektif pembangunan ekonomi lokal, peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu bertumpu pada penguatan kapasitas produktif, penciptaan kesempatan kerja, pengembangan usaha, dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di tingkat lokal, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam proses penciptaan nilai ekonomi (ILO, 2006).

Hal ini  dapat bersumber dari pertanian, perikanan, peternakan, usaha mikro dan kecil, industri rumah tangga, ekonomi kreatif, pariwisata berbasis komunitas, hingga pengolahan sumber daya lokal.

Baca Juga :  Menjaga Kesucian Agama di Ruang Digital

Flores memiliki berbagai potensi yang sesungguhnya dapat menjadi fondasi GEMPAR. Tantangannya bukan semata-mata ketiadaan sumber daya, tetapi bagaimana sumber daya tersebut diorganisasikan menjadi kegiatan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.

Salah satu persoalan klasik pembangunan daerah adalah masyarakat sering kali menjadi produsen bahan mentah, sementara nilai tambah terbesar justru dinikmati oleh pihak lain.

Berita Terkait

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA