Di sinilah Flores membutuhkan paradigma pembangunan yang tidak hanya berbicara tentang rekonstruksi bangunan, tetapi juga rekonstruksi kemampuan ekonomi masyarakat.
GEMPAR: Mengubah Masyarakat dari Penerima Menjadi Penggerak
GEMPAR, atau Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat, dapat diposisikan sebagai sebuah paradigma pembangunan berbasis masyarakat. Kata kuncinya bukan semata-mata “pendapatan”, melainkan pendapatan asli rakyat.
Konsep ini menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang ideal bukan hanya terlihat dalam statistik makro, tetapi harus benar-benar tercermin dalam meningkatnya kemampuan rumah tangga untuk memperoleh, mengelola, dan mengembangkan sumber-sumber ekonomi secara mandiri.
Pendapatan asli rakyat berarti nilai ekonomi yang bertumbuh dari aktivitas produktif masyarakat sendiri. Dalam perspektif pembangunan ekonomi lokal, peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu bertumpu pada penguatan kapasitas produktif, penciptaan kesempatan kerja, pengembangan usaha, dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di tingkat lokal, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam proses penciptaan nilai ekonomi (ILO, 2006).
Hal ini dapat bersumber dari pertanian, perikanan, peternakan, usaha mikro dan kecil, industri rumah tangga, ekonomi kreatif, pariwisata berbasis komunitas, hingga pengolahan sumber daya lokal.
Flores memiliki berbagai potensi yang sesungguhnya dapat menjadi fondasi GEMPAR. Tantangannya bukan semata-mata ketiadaan sumber daya, tetapi bagaimana sumber daya tersebut diorganisasikan menjadi kegiatan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.
Salah satu persoalan klasik pembangunan daerah adalah masyarakat sering kali menjadi produsen bahan mentah, sementara nilai tambah terbesar justru dinikmati oleh pihak lain.










