Ketika Empat Belas Detik Bumi Flores Bergetar - FloresPos Net - Page 5

Ketika Empat Belas Detik Bumi Flores Bergetar

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa pagi ini merenggut. Ia merenggut nyawa, merenggut rumah, merenggut rasa aman. Namun, ada satu hal yang tidak bisa direnggut oleh gempa mana pun yakni ikatan kita satu sama lain. Ikatan kita dengan tanah ini. Ikatan kita dengan Tuhan yang kita imani. Ikatan itu lebih kuat dari beton, lebih lentur dari bambu, lebih dalam dari akar pohon tua yang mencengkeram batu karang.

Baca Juga :  Prabowo-Gibran Ada Jaminan Naikkan Pemilih Elektoral atau Sebaliknya?

Maka, menangislah hari ini. Berdoalah dengan lutut yang gemetar. Peluklah anak-anak kalian lebih erat malam ini. Namun, ketika matahari terbit esok, berdirilah. Angkatlah satu batu. Tanamlah satu harapan. Nyalakanlah satu lilin di antara reruntuhan.

Dan kita, seluruh rakyat Flores, akan merayakan kemerdekaan republik ini pada 17 Agustus nanti. Mungkin di tenda darurat, mungkin di lapangan yang retak, mungkin dengan mata yang masih sembab.

Baca Juga :  Vikep Reo dan Tim Gencar Bantu Korban Gempa Bumi di 17 Paroki Pantura Flores

Namun, kita akan merayakannya. Karena kemerdekaan sejati adalah kemampuan untuk tetap berdiri setelah dihantam, untuk tetap berharap setelah kehilangan, untuk tetap mengasihi setelah dilukai.

Bumi boleh berguncang. Kita tidak akan tumbang. Tuhan memberkati Flores. Tuhan memberkati kita semua. *

Penulis adalah Staf Pengajar Stipar Ende

Berita Terkait

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern
Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)
Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Berita ini 338 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 September 2026 - 11:36 WITA

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

Minggu, 27 September 2026 - 16:43 WITA

Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Minggu, 27 September 2026 - 12:58 WITA

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Jumat, 25 September 2026 - 11:45 WITA

Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:46 WITA