Ketika Empat Belas Detik Bumi Flores Bergetar - FloresPos Net - Page 3

Ketika Empat Belas Detik Bumi Flores Bergetar

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepada mereka yang hari ini menangis dan gemetar, ketahuilah: air mata kalian sah. Ketakutan kalian wajar. Kalian tidak lemah karena merasa takut.

Kalian adalah anak-anak dari tanah yang pernah hancur dan bangkit, dan kebangkitan itu tidak menghapus bekas luka. Bekas luka itu justru menjadi bukti bahwa kalian pernah bertahan.

Di tengah semua kekacauan ini, ada satu peristiwa yang menolak untuk dibatalkan. Para frater di Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero tetap mengikrarkan Kaul Kekal mereka hari ini.

Di antara dinding yang retak dan halaman yang dipenuhi puing, mereka berlutut dan mengucapkan janji seumur hidup: kemiskinan, ketaatan, dan kemurnian untuk melayani Tuhan di tengah umat yang sedang terluka.

Baca Juga :  Awasan Menjelang Pilkada Serentak 2024

Ada simbolisme yang sangat kuat di sini. Kaul Kekal berarti penyerahan total, tanpa syarat, tanpa jaminan kenyamanan. Para frater ini memilih untuk mengikat hidup mereka pada pelayanan justru di hari ketika bumi menunjukkan bahwa segala sesuatu bisa runtuh dalam empat belas detik.

Mereka memilih untuk berkata “ya” kepada Tuhan dan kepada sesama bukan di tengah kemegahan, melainkan di tengah debu dan air mata. Mereka adalah tanda bahwa hidup tidak berhenti. Bahwa panggilan tidak menunggu situasi sempurna. Bahwa di atas tanah yang retak, masih ada orang-orang yang bersedia menanam.

Sementara itu, di Larantuka, keluarga besar Seminari Menengah San Dominggo Hokeng merayakan ulang tahun ke-76. Tidak ada pesta meriah. Tidak ada pentas seni yang megah.

Baca Juga :  Promosi Rokok Vs Promosi Kesehatan (Rabies)

Namun, perayaan itu justru menemukan makna terdalamnya. Tujuh puluh enam puluh tahun lembaga ini berdiri, mendidik dan membentuk generasi muda Flores menjadi manusia yang utuh.

Para seminaris, para formator, para alumni, mereka semua adalah bukti bahwa fondasi yang dibangun di atas iman dan pengetahuan tidak mudah diruntuhkan, bahkan oleh gempa sekalipun.

Kepada seluruh rakyat Flores, dari ujung timur hingga ujung barat, dari pesisir hingga puncak gunung, hari ini kita berduka. Besok kita masih akan berduka. Dan itu tidak apa-apa.

Berita Terkait

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern
Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)
Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Berita ini 338 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 September 2026 - 11:36 WITA

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

Minggu, 27 September 2026 - 16:43 WITA

Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Minggu, 27 September 2026 - 12:58 WITA

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Jumat, 25 September 2026 - 11:45 WITA

Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:46 WITA