Ketika Empat Belas Detik Bumi Flores Bergetar - FloresPos Net - Page 4

Ketika Empat Belas Detik Bumi Flores Bergetar

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namun, di balik duka itu, ada kekuatan yang telah diwariskan oleh leluhur kita. Kekuatan gotong royong, kekuatan sama-sama rasa, sama-sama angkat.

Kepada mereka yang rumahnya masih berdiri, bukalah pintu. Terimalah tetangga yang kehilangan atap. Bagilah nasi, bagilah air, bagilah selimut. Satu piring yang dibagi adalah satu doa yang diucapkan tanpa kata. Satu tangan yang terulur adalah satu bata pertama untuk membangun kembali.

Kepada para imam, biarawan-biarawati, dan pemimpin umat, jadilah gembala yang hadir secara fisik di tengah umat yang terluka. Bukan hanya doa dari altar yang dibutuhkan hari ini, melainkan tangan yang mengangkat puing, bahu yang menopang yang lemah, dan telinga yang bersedia mendengar tangis tanpa buru-buru memberi nasihat.

Kepada para frater yang mengikrarkan Kaul Kekal, janji kalian hari ini diuji lebih cepat dari yang kalian bayangkan. Namun, justru di sinilah makna kaul itu menjadi nyata. Kalian tidak dipanggil untuk melayani di waktu tenang saja. Kalian dipanggil untuk hadir di tengah badai. Dan badai pagi ini adalah ‘misa pertama kalian yang paling sejati’.

Baca Juga :  Ritel Modern, Meja Kasir dan Kerukan Recehan (Perspektif Manajemen SDM)

Kepada para seminaris dan keluarga besar San Dominggo Hokeng, tujuh puluh enam tahun lembaga kalian telah melewati berbagai musim kekeringan, banjir, krisis, pandemi, terpaan Lewotobi Laki-Laki.

Gempa ini adalah satu musim lagi. Kalian akan melewatinya. Kalian akan menulis babak baru dalam sejarah lembaga ini, dan babak itu akan dimulai dengan kalimat: “Pada hari bumi mengguncang, kami tetap berdiri.”

Kepada pemerintah daerah dan pusat, bergeraklah cepat, bergeraklah tepat. Rakyat Flores membutuhkan alat berat untuk membuka jalan yang tertimbun longsor. Mereka membutuhkan tenda, air bersih, obat-obatan, dan tenaga medis. Mereka membutuhkan kepastian bahwa mereka tidak dilupakan di tengah ribuan pulau negeri ini. Setiap jam yang berlalu tanpa bantuan adalah satu jam terlalu lama.

Baca Juga :  Milenial Keru-Baki dan Ikhtiar Merawat Persaudaraan

Kepada seluruh bangsa Indonesia, Flores hari ini membutuhkan kalian. Bukan hanya simpati di media sosial. Bukan hanya ungkapan belasungkawa yang lewat dalam dua puluh empat jam.

Flores membutuhkan solidaritas yang bertahan berminggu-minggu, berbulan-bulan, hingga rumah-rumah kembali berdiri dan anak-anak kembali tertawa di halaman sekolah.

Flores adalah tanah yang keras dan indah. Gunung-gunungnya berdiri tegak selama jutaan tahun. Lautnya menyimpan kehidupan dan misteri. Orang-orangnya ditempa oleh matahari, angin, dan kerja keras. Kita adalah anak-anak dari tanah yang tidak mudah menyerah.

Berita Terkait

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern
Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)
Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Berita ini 338 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 September 2026 - 11:36 WITA

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

Minggu, 27 September 2026 - 16:43 WITA

Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Minggu, 27 September 2026 - 12:58 WITA

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Jumat, 25 September 2026 - 11:45 WITA

Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:46 WITA