REOK, FLORESPOS.net-Vikep Kevikepan Reo, Keuskupan Ruteng, Reverendus Dominus (RD) Marselus Zosimus Erot atau yang akrab disapa Romo Jossu Erot dan tim kevikepan gencar membantu para korban gempa tektonik Flores yang tersebar di 17 paroki sekevikepan Reo dalam sepekan terakhir.
Gempa tektonik ini menyebabkan 83 warga Flores meninggal dunia dan 900 lebih warga menjadi korban serta ribuan rumah dan fasilitas umum rusak.
Perihal bantuan untuk warga terkena dampak gempa tektonik ini disampaikan oleh Vikep Reo Jossy Erot kepada media ini di Wisma Kevikepan Reo, Sabtu (22/8/2026).
Romo Jossy menjelaskan Keuskupan Ruteng melalui Karitas Keuskupan dan Kevikepan Reo melakukan tiga jenis bantuan untuk para korban yang terdampak gempa pada 17 paroki di Kevikepan Reo.
Pertama, bantuan darurat berupa sembako: beras, telur, dan jenis sembako lainnya. Kedua, bantuan terpal atau tenda penginapan sementara yang terpusat pada beberapa titik yang telah ditentukan. Ketiga bantuan kesehatan bekerja sama dengan dokter dan para suster dari biara tertentu.
“Kami sudah mendropkan bantuan kepada para korban terdampak gempa di sejumlah paroki di Kevikepan Reo,” kata Romo Jossy.
Pentingnya Solidaritas
Vikep Romo Jossy Erot pada kesempatan ini menggarisbawahi pentingnya solidaritas dari elemen umat untuk membantu meringankan para korban yang terkena dampak gempa tektonik 7,7 scala ritcher.
Dukungan dan sikap solider dari kita semua sangat penting untuk meringankan beban para korban terdampak gempa tektonik, kata Vikep Reo.
Vikep mengakui bantuan bisa diberikan langsung kepada panitia kevikepan bagi para donatur yang memberikan bantuan berupa material, sedangkan bantuan berupa uang dan dan bantuan berupa material dan uang bisa disalurkan melalui Keuskupan cq caritas Keuskupan.
“Panitia kevikepan Reo hanya menerima bantuan berupa material, sedangkan bantuan uang disalurkan melalui Keuskupan cq Karitas Keuskupan,” kata Romo Jossy.
Terima Kasih
Vikep Reo Romo Jossy Erot menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang turut memperlancar kegiatan kemanusiaan bantu para korban terdampak gempa di antaranya Caritas Indonesia dan para suster yang tergabung di dalamnya, Caritas Keuskupan Ruteng, Taaktana Resort Labuan Bajo, Unika Santo Paulus Ruteng, dan para donatur lainnya.
Pantaua media ini, di Posko Wisma Kevikepan Reo tampak terlihat dan sejumlah tim di antaranya Romo Agustinus Sunday Cakputra, Romo Dedy Madur, Pius Jemadu, dan sejumlah elemen umat.
Mereka bekerja dengan gembira hati mempersiapkan aneka bantuan dan proses pengiriman bantuan ke sejumlah posko pengungsi yang tersebar di paroki-paroki Pantai Utara Kevikepan Reo.
Sebagaimana diketahui gempa tektonik 7,7 scala ritcher menggucang Flores, termasuk Manggarai Raya pada Sabtu 15 Agustus 2026 lalu.
Gempa ini hingga Jumat (21/8/2026) tercatat 1.050 korban dengan rincian meninggal 83 orang, luka berat 328 orang, dan luka ringan 639 orang.
Korban meninggal tersebar pada 7 kabupaten yakni Manggarai (Reok dan Reok Barat) ada 31 orang, Manggarai Timur 27 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Manggarai Barat 2 orang, Ngada 2 orang, dan Ende 2 orang.*
Penulis : Wall Abulat
Editor : Anton Harus










