Merawat Tanah yang Merintih (Catatan Spiritual di Hari Lingkungan Hidup Sedunia) - FloresPos Net - Page 3

Merawat Tanah yang Merintih (Catatan Spiritual di Hari Lingkungan Hidup Sedunia)

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UNESCO, melalui kerangka Education for Sustainable Development (ESD), juga menegaskan bahwa pendidikan harus membekali generasi muda dengan kesadaran ekologis, bukan hanya pengetahuan kognitif, tetapi juga empati terhadap alam.

Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2026 ini, marilah kita mengambil jeda untuk menatap ke dalam diri. Data-data kerusakan lingkungan yang masif adalah cermin dari krisis etika dan spiritual yang sedang kita alami. Hari ini hendaknya menjadi momentum untuk mengakui bahwa kita bukanlah penguasa semesta, melainkan penjaga (stewards) yang dipercayakan merawat keindahan ciptaan.

Baca Juga :  Doa, Etika Publik dan Harapan Perdamaian

Jika eksploitasi lingkungan adalah manifestasi dari dosa struktural, maka merawat bumi adalah bentuk “pertobatan ekologis” yang paling hakiki.

Baca Juga :  Anatomi Krisis Keselamatan Angkutan Barang

Ini adalah perjalanan kembali menuju harmoni, di mana manusia dan alam tidak lagi saling memangsa, melainkan berdansa dalam keseimbangan yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta sejak awal mula. *

Penulis adalah Staf Pengajar Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa, Ende

Berita Terkait

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri
Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:45 WITA

Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:37 WITA

Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:42 WITA

Upaya Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Berita Terbaru

Blasius Apen, Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan (PTP) pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Mabar

Nusa Bunga

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Okt 2026 - 20:11 WITA