Lamentasi Affan - FloresPos Net

Lamentasi Affan

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 14:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerard Bibang

Gerard Bibang

Oleh: Gerard N. Bibang

Di panggung negeri ini
Tipu-tapu dan omon-omon adalah harga mati
Keutamaan dan nilai tiada lebih seperti ta’i

Syahroni menjelma Syahrini bola-bale saling tukar
Mana jantan dan betina tiada berbatas
Mana pengkhianat mana pahlawan tiada berjenjang

Affan pergi meninggalkan pedih
Kontrakan sempit berukuran 3 x 11 meter menjadi saksi
Negeri ini kehilangan nurani

Begitulah ketika tipu tapu dan omon-omon bertaburan di antara kata-kata manis
Manakah mereka yang paling kau benci, yang tampak suci
Berkacalah di cermin sunyi
Semoga bukan wajahmu sendiri

Baca Juga :  Keterpojokan Perempuan Indonesia oleh Budaya Patriarki

Pola tingkah laku dan nafsu mereka
Membanjiri layar maya, siang dan malam

Berapakah jumlah mereka
Susah membayangkannya
Bahwa masih ada yang bukan omon-omon sana sini
Sangat sulit bagaikan mencari jarum patah di pasir pesisir pantai

Affan pergi dan negeri ini masih terus hahahihi
Kau dan aku hanya menunggu takdir
Tidak ada yang mustahil bagi mereka-mereka
Yaitu manusia-manusia yang memperlakukan kepalsuan sebagai kebenaran

Baca Juga :  Membangun Politik Sehat Menyambut Pikada 2024-2029

Kalau mereka bicara selalu dusta
Kalau berjanji selalu mengingkari
Kalau dipercaya, kebablasan
Kalau menculik dan membunuh seperti tidak terjadi apa-apa
Kalau harus menjaga malah mencuri

Serba serbi di negeri ini
Jiwa manusia sama sekali tidak ada artinya di sini. *

(gnb:tmn aries:jumat:29.8.2025)

Berita Terkait

Buzzer, Akun Anonim dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal
Wajah Sunyi Stigmatisasi dalam Masyarakat NTT
Semana Santa, Gelombang Modernitas dan Kohesi Sosial
Narasi dan Realita, Framing Media dalam Konflik dan Harmoni Sosial
Paradoks Pembangunan Pesisir: Menakar Kesiapan Substantif Kampung Nelayan Merah Putih di Bumi Nian Sikka
Rocky Gerung: Sang Provokator Intelektual
Memulihkan Wajah Manusia
Idul Fitri dan Kemanusiaan Lintas Iman
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 09:39 WITA

Buzzer, Akun Anonim dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal

Selasa, 7 April 2026 - 20:06 WITA

Wajah Sunyi Stigmatisasi dalam Masyarakat NTT

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:06 WITA

Semana Santa, Gelombang Modernitas dan Kohesi Sosial

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:16 WITA

Narasi dan Realita, Framing Media dalam Konflik dan Harmoni Sosial

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:36 WITA

Paradoks Pembangunan Pesisir: Menakar Kesiapan Substantif Kampung Nelayan Merah Putih di Bumi Nian Sikka

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Sepuluh SMP di Ende Ikut Turnamen Mini Soccer Sanvin Cup 2026

Minggu, 12 Apr 2026 - 18:18 WITA

Opini

Buzzer, Akun Anonim dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal

Minggu, 12 Apr 2026 - 09:39 WITA

Nusa Bunga

SMK Kunci Ilmu Ende, Jamin Pendidikan Anak di Tengah Efisiensi

Sabtu, 11 Apr 2026 - 15:07 WITA

Polisi dibantu warga memasang garis polisi pada pondok  tempat penemuan jenazah seorang pelaljar yang meninggal tidak wajar.

Nusa Bunga

Pelajar 17 Tahun di Nagekeo Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Sawah

Sabtu, 11 Apr 2026 - 14:06 WITA