Melampaui Heroisme: Gereja, Truk-F, dan Perjuangan Membebaskan Flores dari Perdagangan Manusia - FloresPos Net - Page 5

Melampaui Heroisme: Gereja, Truk-F, dan Perjuangan Membebaskan Flores dari Perdagangan Manusia

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hal tersebut selaras dengan konsep keberpihakan yang digagas Gustavo Gutierrez yang mendefinisikan sebagai sikap dan tindakan yang secara sengaja berpihak kepada mereka yang terpinggirkan dan tertindas (Gutierrez, 1973).

Bagi Gutierrez, keberpihakan bukan sekadar belas kasihan individu, melainkan panggilan untuk mengeritik dan mengubah sistem yang menyebabkan ketidakadilan, karena Tuhan sendiri berada di pihak mereka yang tertindas. Bahwa hukum tanpa implementasi adalah teks tanpa daya. Bahwa pemberdayaan tanpa kesadaran kritis hanyalah tambal sulam.

Baca Juga :  Korupsi sebagai Musuh Bersama

Kemanusiaan berada di atas identitas agama, profesi, dan asal daerah. Setiap manusia memiliki martabat yang tidak dapat dikurangi oleh apa pun.

Perjuangan melawan perdagangan manusia bukan soal siapa yang paling heroik. Ia adalah soal apakah kita semua bersedia menjadi manusia bagi sesama.

Baca Juga :  DPRD dan Wajah Budaya Politik Lembata (Sisipan Ide untuk Steph Tupeng Witin)

Dan mungkin, di situlah iman, hukum, dan kemanusiaan bertemu bukan dalam sorotan kamera, tetapi dalam kerja sunyi yang konsisten. Karena pada akhirnya, yang dibutuhkan Flores bukan sekadar figur viral. Yang dibutuhkan adalah gerakan yang tidak pernah berhenti. *

Penulis adalah Dosen Luar Biasa (DTT) di salah satu universitas swasta terbaik di Kota Yogyakarta.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem
Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores
Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak
Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP
Bencana, Apakah Membawa Berkah?
Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi
Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat
Berita ini 261 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 19:11 WITA

Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

Senin, 7 September 2026 - 09:18 WITA

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores

Senin, 7 September 2026 - 08:03 WITA

Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:41 WITA

Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP

Rabu, 2 September 2026 - 19:43 WITA

Bencana, Apakah Membawa Berkah?

Berita Terbaru

Nusa Bunga

TNI Hadir Memulihkan Luka Batin Anak-Anak SDK Wancang Manggarai

Jumat, 11 Sep 2026 - 17:46 WITA