Epifani Spiritual Akibat Bencana Digital (Analisis Sastra-Filosofis atas Puisi Joko Pinurbo) - FloresPos Net - Page 2

Epifani Spiritual Akibat Bencana Digital (Analisis Sastra-Filosofis atas Puisi Joko Pinurbo)

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 11:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Identitas manusia dalam kantor digital dibentuk oleh notifikasi dan konektivitas. Dalam teorinya tentang network society, Castells menjelaskan, identitas sosial modern dibangun melalui jaringan komunikasi, bukan lagi semata melalui keberadaan fisik (Manuel Castells, The Rise of the Network Society, 2010).

Eksistensi manusia ditentukan oleh seberapa intens ia terhubung dalam ruang digital. Kehadiran tidak lagi diukur melalui tubuh yang hadir di ruang kerja, melainkan melalui jejak digital, sepeti status daring, balasan pesan, partisipasi rapat virtual, dan produktivitas berbasis platform.

Melihat fenomena ini, Hardiman membuat pergeseran makna tentang manusia dari cogito ergo sum, aku berpikir maka aku ada, ke premo ergo sum, aku klik maka aku ada (F. Budi Hardiman, Aku Klik maka Aku Ada, 2021).

Bukan aktivitas berpikir (I think) yang membuat manusia eksis, melainkan aktivitas berselancar (I browse) yang membuat manusia eksis. Ciri manusia tidak lagi dilihat sebagai homo sapiens, makhluk berakal budi yang bijaksana, tetapi sebagai homo digitalis, manusia yang bertumpu pada jari-jemari.

Baca Juga :  Kontribusi Gereja Katolik Melestarikan Lingkungan Hidup Melalui Ensiklik Laudato Si

Guncangan Eksistensial: Tragedi Manusia Modern

Larik “Tuhan, ponsel saya rusak dibanting gempa” bukan sekadar laporan kejadian, melainkan metafora filosofis tentang guncangan eksistensial. Dalam filsafat eksistensial, krisis sering muncul ketika manusia berhadapan dengan peristiwa yang mengguncang kenyamanan hidupnya.

Søren Kierkegaard menyebut krisis ini sebagai momen kecemasan eksistensial (existential anxiety), yakni keadaan ketika manusia menyadari rapuhnya fondasi yang selama ini dianggap pasti (Kierkegaard, The Concept of Anxiety, 1844).

Gempa dalam puisi ini dapat dibaca sebagai peristiwa batas (limit situation), sebuah istilah yang dikembangkan oleh Karl Jaspers. Situasi batas adalah pengalaman ekstrem, seperti kematian, penderitaan, kehilangan, kehancuran, yang memaksa manusia berhadapan dengan hakikat dirinya (Karl Jaspers, Philosophy of Existence, 1938).

Baca Juga :  Waspada Gigitan Hewan Penular Rabies pada Anak

Rusaknya ponsel menyingkap krisis besar, yaitu ketika manusia menyadari bahwa kantor digital yang menopang keberadaannya ternyata rapuh, dan keruntuhannya mengembalikan manusia pada kesunyian dirinya sendiri.

Ketika manusia kehilangan nomor kontak, ia tidak hanya kehilangan akses komunikasi, tetapi juga mengalami disorientasi sosial, seolah sebagian dirinya ikut terhapus. Manusia mengalami semacam kehampaan identitas.

Betapa tidak, perangkat teknologi yang telah menjadi arsip memori sosial, yang menampung jaringan hubungan manusia, dan yang menjadi mediator relasi, seketika terputus. Manusia tidak hanya kehilangan orang lain, tetapi juga kehilangan posisi dirinya di dalam jaringan sosial.

Berita Terkait

Krisis sebagai Penggerak Transformasi
Republik Lapar, Pejabatnya Kenyang: Korupsi Sudah Jadi Lauk Wajib
Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?
Hindayana dan Kurikulum Keteladanan
Ende, Soekarno, dan Momen Lahirnya Pancasila
Dalam Pelukan Ine Maria Guadalupe
Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI
Sensus Ekonomi 2026: Menata Arah Perekonomian Kabupaten Ende Berbasis Data
Berita ini 185 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:05 WITA

Krisis sebagai Penggerak Transformasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:05 WITA

Republik Lapar, Pejabatnya Kenyang: Korupsi Sudah Jadi Lauk Wajib

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:55 WITA

Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:25 WITA

Hindayana dan Kurikulum Keteladanan

Senin, 1 Juni 2026 - 20:20 WITA

Ende, Soekarno, dan Momen Lahirnya Pancasila

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Sekcam Talibura Edukasi Pentingnya PAUD di SD Inpres Narita

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:20 WITA

Opini

Krisis sebagai Penggerak Transformasi

Sabtu, 6 Jun 2026 - 17:05 WITA