Beliau memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang bagus, namun mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan di Belanda karena ia tidak menguasai bahasa Belanda. Di lain waktu, saya bertemu dengan seorang lulusan program master, yang gagal ikut seleksi kerja di sebuah Lembaga PBB karena dia hanya menguasai Bahasa Inggris.
Dia perlu minimal satu bahasa asing lagi selain Bahasa Inggris. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa kemampuan satu bahasa global tidak lagi memadai dalam konteks kompetitif saat ini.
Teknologi sebagai Ruang Pembelajaran Baru
Kemajuan teknologi membuka ruang baru dalam pembelajaran bahasa. Aplikasi mobile, kursus daring, konten audiovisual, dan komunitas internasional memungkinkan proses belajar berlangsung fleksibel tanpa dibatasi ruang fisik.
Hal ini memberi peluang bagi masyarakat di berbagai wilayah Flores untuk mengembangkan kemampuan bahasa asing secara mandiri, terjangkau, dan bertahap. Cobalah pelan-pelan mengganti kebiasan “scrolling” di smartphone dengan memanfaatkan aplikasi belajar Bahasa asing.
Catatan Akhir
Belajar bahasa asing merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan komitmen berkelanjutan. Pemerintah dan lembaga pendidikan dapat menyediakan dukungan struktural, namun perkembangan kompetensi sangat ditentukan oleh inisiatif dan kedisiplinan individu.
Orang Flores memiliki modal linguistik dan historis yang signifikan untuk membangun kapasitas ini, dan kemajuan teknologi telah membuka akses pembelajaran yang sebelumnya tidak tersedia.
Dalam konteks sosial dan ekonomi yang terus berubah, kemampuan bahasa asing tidak lagi menjadi pilihan tambahan, tetapi kebutuhan strategis untuk meningkatkan daya saing masyarakat.
Karena itu, penguatan kompetensi linguistik perlu ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia, agar masyarakat Flores mampu memanfaatkan peluang internasional secara lebih optimal.*
Penulis adalah: Candidate doktor dalam bidang knowledge, technology and innovation, di Wageningen University and Research, Belanda.










