Bahasa dan Peluang Global - FloresPos Net

Bahasa dan Peluang Global

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025 - 09:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zefirinus Kada Lewoema

Zefirinus Kada Lewoema

Oleh: Zefirinus Kada Lewoema

DISKURSUS mengenai peningkatan kompetensi bahasa asing kembali menguat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Flores pun turut berada dalam arus pembahasan tersebut.

Dorongan globalisasi, pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata, meningkatnya akses pendidikan tinggi, serta mobilitas tenaga kerja antar wilayah menjadikan kompetensi bahasa asing bukan lagi isu pelengkap, melainkan salah satu unsur kompetitif yang semakin penting.

Memang, tanggapan masyarakat tidak selalu positif, tapi perubahan kondisi sosial-ekonomi menuntut perhatian lebih serius terhadap persoalan ini. Di tingkat nasional, Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan mata pelajaran Bahasa Portugis di sekolah-sekolah.

Sementara itu di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur, mantan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat pernah menganjurkan penggunaan bahasa Inggris di kantor-kantor pemerintah.

Baca Juga :  Menjadi Dosen Abad 21 di Era Revolusi Industri 4.0 (Refleksi Atas Pelatihan PEKERTI UNDANA 2023)

Kedua inisiatif ini menunjukkan bahwa isu bahasa asing (tidak dibatasi pada Bahasa Portugis saja) telah masuk ke dalam ranah kebijakan publik, baik pada tingkat nasional maupun daerah.

Bahasa-Bahasa Internasional di PBB

Terdapat enam bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa: Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Rusia, dan Spanyol. Bahasa-bahasa ini digunakan dalam diplomasi, organisasi internasional, forum multilateral, dan publikasi ilmiah.

Dengan begitu, penguasaan salah satu dari bahasa tersebut selain meningkatkan kapasitas personal, juga membuka peluang lebih luas dalam bidang pendidikan, karier profesional, kerja kemanusiaan, maupun jejaring akademik lintas negara.

Jejak Historis Bahasa Asing di Flores

Jika kita tinjau ke belakang, masyarakat Flores memiliki pengalaman historis panjang dalam interaksi dengan bahasa asing. Pada era kolonial hingga pasca-kolonial, bahasa Portugis, Belanda dan Jepang cukup dikenal meskipun tidak secara luas.

Baca Juga :  Republik Lapar, Pejabatnya Kenyang: Korupsi Sudah Jadi Lauk Wajib

Dalam sejumlah komunitas urban, bahasa-bahasa tersebut bahkan masuk ke ruang domestik. Hingga hari ini, jejak historis bahasa Portugis, misalnya, masih terlihat jelas di Larantuka melalui penutur bahasa Nagi, yang mempertahankan sejumlah kosakata Portugis dalam percakapan sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa kontak dengan bahasa asing bukanlah fenomena baru bagi masyarakat Flores.

Kita juga perlu mengakui bahwa pengalaman pembelajaran bahasa asing dalam konteks pendidikan formal kerapkali membangun persepsi yang tidak selalu positif.

Berita Terkait

Ketika Empat Belas Detik Bumi Flores Bergetar
Kilas Balik Konflik Sepak Bola NTT: Keamanan Semua Pihak Harus Menjadi Prioritas
Pendidikan dan Kemerdekaan: Menemukan Kembali “Rumah Bangsa” di Usia ke-81
Kontroversi Gol Persami vs BMP Flores Timur: Saat Sepak Bola NTT Diuji oleh Karakter Pertandingan
Angkutan Pelajar Aman (APA): Menjaga Keselamatan Siswa, Menghidupkan Angkutan Pedesaan Kabupaten Magelang
Soeratin Cup 2026 NTT: Menjaga Marwah Kompetisi dan Masa Depan Sepak Bola Muda
Ketika Badai Mengguncang Perahu Gereja: Apakah Kita Masih Mau Mendayung?
Larangan Merokok Sambil Mengemudi
Berita ini 138 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:33 WITA

Kilas Balik Konflik Sepak Bola NTT: Keamanan Semua Pihak Harus Menjadi Prioritas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:58 WITA

Pendidikan dan Kemerdekaan: Menemukan Kembali “Rumah Bangsa” di Usia ke-81

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:28 WITA

Kontroversi Gol Persami vs BMP Flores Timur: Saat Sepak Bola NTT Diuji oleh Karakter Pertandingan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:24 WITA

Angkutan Pelajar Aman (APA): Menjaga Keselamatan Siswa, Menghidupkan Angkutan Pedesaan Kabupaten Magelang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:29 WITA

Soeratin Cup 2026 NTT: Menjaga Marwah Kompetisi dan Masa Depan Sepak Bola Muda

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Dampak Gempa Flores Sebabkan 3 Orang Meninggal Dunia di Sikka

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:39 WITA