Menjadi Dosen Abad 21 di Era Revolusi Industri 4.0 (Refleksi Atas Pelatihan PEKERTI UNDANA 2023) - FloresPos Net

Menjadi Dosen Abad 21 di Era Revolusi Industri 4.0 (Refleksi Atas Pelatihan PEKERTI UNDANA 2023)

- Jurnalis

Senin, 10 Juli 2023 - 22:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dr. Rofinus Neto Wuli, S.Fil., M.Si(Han)

(Dosen Tetap dan Kepala LPMAI STIPER Flores Bajawa)

Saya mengawali tulisan refleksi ini dengan mengenang pemikiran dua filosof Yunani Kuno terkenal Herakleitos (540-480 SM) dan Parminides (540-470 SM).

Meskipun berasal dari waktu dan tempat yang sama, Herakleitos dan Parminides menghadirkan teori yang sangat bertolak belakang atau berlawanan. Menurut Herakleitos, panta rhei kai uden menei yang berarti, “semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap, kalaupun ada yang tetap maka yang tetap itu adalah perubahan itu sendiri”. Sebaliknya Parminides menolak dan berkata: “segala sesuatu tidak berubah, tetap, tidak berpindah, dan tidak tergantikan.”

Saya tidak berdiri pada salah satunya. Bagi saya, Herakleitos dan Parminides memiliki kebenaran masing-masing dalam merefleksikan pengalaman dan profesi saya sebagai Dosen.

Di tengah kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan komunikasi era globalisasi, saya harus menempa diri saya untuk relevan, aktual, dan terlibat dalam perubahan-perubahan tersebut.

Itulah prinsip Herakleitos. Namun, terus berubah mengikuti zaman tidak berarti saya harus tercerabut dari akar tradisi, kearifan lokal, dan religiusitas sebagai manusia. Itulah prinsip Parminides.

Tuntutan Mengubah Diri

Saya sangat bersyukur telah memilih bidang pekerjaan dan pengabdian sebagai dosen. Keputusan itu saya buat secara sadar dengan pertimbangan reflektif yang mendalam. Saya tahu bahwa keputusan menjadi dosen berarti harus memiliki komitmen dan konsistensi untuk menjadi pendidik profesional dan ilmuwan produktif. Hal ini harus saya optimalkan terus-menerus dalam memasuki era Revolusi Industri 4.0.

Revolusi Industri 4.0 merupakan era yang kompetitif karena tidak hanya persaingan antarmanusia, tetapi persaingan antara manusia dan komputer atau internet. Ini membutuhkan kemampuan akademik, keterampilan teknis, inovasi dan kreativitas.

Tidak heran terdapat kombinasi dari sistem fisik-cyber, Internet of Things (IoT), dan Internet of Systems. Situasi ini menyadarkan saya bahwa untuk menyiapkan mahasiswa untuk dapat beradaptasi dan berkompetisi, saya terlebih dahulu harus menempa dan mempersiapkan diri.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Harap Kepengurusan Askab yang Baru Bawa Sepak Bola Ende ke Level Nasional

Saya harus membiarkan “Revolusi Industri 4.0” memasuki dunia saya yang terbentang sejak tahun 1970-an. Saya dituntut untuk berkreasi, berinovasi, dan mengembangkan kompetensi sebagai pendidik dan ilmuwan. Sebagai pendidik, saya diharapkan dapat menyampaikan materi substansif dalam ramuan penyajian yang dimengerti dan dilaksanakan.

Tetapi pada saat yang sama saya tidak boleh melupakan tanggung jawab intelektual saya untuk melakukan penelitian dan menulis publikasi ilmiah.

Saya sadar harus memiliki sejumlah kompetensi di era Revolusi Industri,

Pertama, educational competence, kompetensi berbasis Internet of Thing sebagai basic skill;

Kedua, competence in research, kompetensi membangun jaringan untuk menumbuhkan ilmu, arah riset, dan terobosan pembangunan di masyarakat; Ketiga, competence for technological commercialization, kompetensi komersialisasi dengan teknologi atas hasil inovasi dan penelitian;

Keempat, competence in globalization, terbuka kepada kebhinekaan, tidak gagap dan kaku dalam perjumpaan antarbudaya; Kelima, competence in future strategies, kompetensi visioner untuk memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan menyusun langkah strategi.

Selama hari-hari berdimensi kedalaman Pelatihan Profesional Dosen dikenal dengan PEKERTI ( Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional) yang selenggarakan oleh Universitas Nusa Cendana (Undana) tanggal 6 hingga 15 Juni 2023 ini saya dan 85 peserta dituntun para Instruktur/Nara sumber berintegritas dan berdedikasi tinggi untuk boleh menjadi saluran berkat Tuhan di tengah tata dunia, untuk langkah-langkah hidup, karya, dan pengabdian pelayanan kami “Menjadi Dosen Abad-21 di Era Revolusi Industri 4.0” ke depan.

Pada pengabdian/pelayanan di Institusi Pendidikan Tinggi kami masing-masing, kami diharapkan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi Dosen yang mumpuni.

Kompetensi Profesional (bidang Ilmu), Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial yang termotivasi oleh berbagai Teori Pembelajaran, di atas landasan kokoh kuat penghayatan keimanan dan taqwa, Etika dan Moralitas Akademik, serta dalam Spirit Kebangsaan : Pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhinneka Tunggal Ika Tanhana Dharma Mangrva.

Baca Juga :  Menpar Widiyanti Terus Pastikan Kesiapan Destinasi Sambut Wisatawan di Libur Nataru

Kompetensi yang harus saya siapkan ini sangat relevan dan bermanfaat dengan Paradigma Perubahan Pembelajaran/Pendidikan Tinggi dalam konteks Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Filosofi kemerdekaan belajar sangat erat kaitannya dengan keterbukaan untuk berkreasi, berinovasi, dan mengembangkan diri di era Revolusi Industri 4.0.

Gembala Tradisi

Semakin pohon tinggi dan rimbun, seharusnya makin kuat berakar. Menjadi pendidik profesional dan ilmuwan produktif yang adaptif dan mengikuti zaman yang maju adalah keharusan. Namun, saya selalu diingatkan bahwa perubahan selalu memiliki fondasi moral, spiritual, dan lokalitas. Globalisasi teknologi harus disertai globalisasi nilai dan moral. Keduanya harus berjalan serentak.

Berilmu dan berkarakter. Sebagai dosen, saya harus bersama mahasiswa dituntut untuk maju dan berkembang secara ilmiah, melakukan transformasi kompetensi dan akademik, dan menyiapkan lulusan yang berkualitas di era Revolusi Industri 4.0. Pada saat serentak, saya harus menjadi “gembala tradisi” yang mengajarkan dan meneladankan karakter, etika, dan nilai kepada para mahasiswa.

Dalam konteks itu saya menyadari bahwa pelajaran kewarganegaraan, Pancasila, dan Agama yang saya tetap memiliki relevansi di tengah tuntutan zaman. Panggilan saya menjadi dosen adalah memberikan cara pandang kemanusiaan kepada para mahasiswa agar tidak melupakan hati dirinya sebagai makhluk sosial dan makhluk beretika. Tradisi yang berasal dari agama dan konsensus bernegara Pancasila perlu diterjemahkan menjadi etika individu dan etika publik. Karena ilmu pengetahuan tanpa etika itu buta, etika tanpa ilmu pengetahuan itu lumpuh!

Jadi, sebagai dosen saya harus menjadi Heraikleitos dan Parminides sekaligus. Berubah secara ilmu dan berkarakter tetap dalam akar tradisi. Keduanya hadir secara dialektis menantang saya untuk berkembang dan menempa diri. Itulah titik tolak saya menjadi Dosen Abad 21 di Era Revolusi Industri 4.0. *

Berita Terkait

Polres Ende Hadirkan Pos Pol Airud di Desa Keliwumbu
Peringati May Day, Bupati Sikka Tegaskan Tidak Boleh Ada Buruh yang Tertinggal Dalam Kesejahteraan
Pengawas Ketenagakerjaan hanya Ada Dua di Flores dan Lembata
Peringatan Hari Buruh di Sikka, Ajang Mengingatkan Kembali Hak Para Pekerja
Ombudsman NTT Kawal SNBT 2026 di Undana, Pastikan UTBK Berjalan Adil dan Optimal
Spendu Bajawa Raih Dua Piala Bergilir Voly Putri Jadi Piala Tetap,Veren: Dipersembahkan untuk Kepala Sekolah
Gugus I Bajawa Gelar Porseni dan Sains
Ombudsman Tegaskan Jaminan Keselamatan Transportasi Membutuhkan Solusi Sistemik
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:13 WITA

Polres Ende Hadirkan Pos Pol Airud di Desa Keliwumbu

Kamis, 30 April 2026 - 19:34 WITA

Peringati May Day, Bupati Sikka Tegaskan Tidak Boleh Ada Buruh yang Tertinggal Dalam Kesejahteraan

Kamis, 30 April 2026 - 19:31 WITA

Pengawas Ketenagakerjaan hanya Ada Dua di Flores dan Lembata

Kamis, 30 April 2026 - 15:54 WITA

Peringatan Hari Buruh di Sikka, Ajang Mengingatkan Kembali Hak Para Pekerja

Kamis, 30 April 2026 - 12:27 WITA

Ombudsman NTT Kawal SNBT 2026 di Undana, Pastikan UTBK Berjalan Adil dan Optimal

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Polres Ende Hadirkan Pos Pol Airud di Desa Keliwumbu

Kamis, 30 Apr 2026 - 21:13 WITA

Nusa Bunga

Pengawas Ketenagakerjaan hanya Ada Dua di Flores dan Lembata

Kamis, 30 Apr 2026 - 19:31 WITA