Angka 30,2% di Ende: Tangisan Bayi dan Janji Terlupakan - FloresPos Net

Angka 30,2% di Ende: Tangisan Bayi dan Janji Terlupakan

- Jurnalis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 12:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Patricius M Botha. S.Fil., M.Si

PADA pagi yang sunyi di salah satu dusun di Kecamatan Detusoko, seorang ibu muda menyuapi bayinya lontong basah ke dalam mulut mungilnya.

Ia tahu anaknya tampak kurus, lebih pendek dibanding teman sebaya, tapi ia tidak punya tenaga untuk bertanya: apakah ini stunting atau “nasib biasa”

Bagi dia, rutinitas ini adalah irama kehidupan—setiap hari, setiap suapan, penuh harap agar anaknya tetap hidup.
Tak jauh dari sana, di kantor bupati, angka-angka resmi dibacakan dalam forum rembuk stunting: 30,2%.

Ya, menurut Wakil Bupati Ende, angka stunting Kabupaten Ende tahun 2025 melonjak dari 27 % menjadi 30,2 %.(Florespos.net). Ini bukan sekadar statistik, tetapi alarm bahwa banyak anak di Ende hidup dalam kekurangan yang sistemik.

Baca Juga :  Mahasiswa di Antara Corong Aspirasi Rakyat dan Hegemoni Kekuasaan

Di Antara Data dan Kenyataan: Fakta Terkini

Beberapa fakta yang patut dicermati: Penimbangan Februari 2024 mencatat prevalensi stunting Ende sebesar 8,2 % atau sekitar 1.448 kasus. (ende.pom.go.id +1). Namun, klaim resmi untuk 2025 menyebut angka naik drastis menjadi 30,2 %. (Florespos.net).

Pemerintah Kabupaten sendiri mengakui bahwa program pencegahan belum cukup fokus pada lokus stunting dan bahwa alokasi anggaran menjadi kendala serius. Florespos.net.

Di sisi provinsi, Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berada dalam kisaran prevalensi tinggi: survei status gizi 2024 menyebut provinsi ini masih menghadapi tantangan besar dalam menurunkan stunting. (DJPB Kemenkeu+2SMERU Research Institute+2).

Pemerintah menyadari bahwa intervensi lintas sektor belum optimal: dari Dinas Kesehatan, Dinas P2KB, hingga tokoh agama ikut diajak bersinergi. (Kementerian Agama NTT+2RRI+2).

Baca Juga :  Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati

Jika kita sambungkan data lama dan klaim baru, muncul pertanyaan besar: apakah lonjakan ke 30,2 % sejauh ini benar-benar terjadi, atau ada kesalahan penghitungan, perbedaan metodologi, atau manipulasi angka? Tapi mari kita asumsikan angka itu sahih — lalu renungkan implikasinya bagi manusia sehari-hari di Ende.

Narasi Kehidupan: Di Balik Suara Statistik

Angka 30,2 % berarti sekitar tiga dari sepuluh balita di Kabupaten Ende mengalami stunting. Bayangkan: di satu RT kecil, dari sepuluh anak, mungkin tiga bertubuh lebih pendek, lemah, atau trauma tumbuh kembangnya — bukan karena ketakdiran semata, tetapi karena struktur sosial dan ekonomi yang mencekik.

Berita Terkait

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores
Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak
Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP
Bencana, Apakah Membawa Berkah?
Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi
Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat
Urgensitas Solidaritas Kemanusiaan Gempa Tektonik Flores dan Manajemen Kesiapsiagaan Bencana
‘Ketika Gempa Berlalu, Siapa yang Peduli pada Mama Imelda?’
Berita ini 209 kali dibaca
Redaksi Menerima kiriman artikel Opini. Artikel, profil singkat dan foto penulis dikirim melalui email: redflorespos@gmail.com atau florespos@yahoo.co.uk.

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 09:18 WITA

Gempa dan Gempar: Dari Guncangan Alam Menuju Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat Flores

Senin, 7 September 2026 - 08:03 WITA

Catatan Kemanusiaan Pascagempa Flores 2026: Tenda Pengungsian Bukan Tempat Aman bagi Perempuan dan Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:41 WITA

Peran Strategis Inpres Jalan Daerah untuk Pemerataan Ekonomi dan Kawasan 3TP

Rabu, 2 September 2026 - 19:43 WITA

Bencana, Apakah Membawa Berkah?

Selasa, 1 September 2026 - 18:16 WITA

Gempa Tektonik Flores, Jurnalisme Terlibat, dan Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Kuasa Hukum Mayella da Cunha Laporkan Dua Kasus ke Polres Sikka

Senin, 7 Sep 2026 - 21:12 WITA