Kini, zaman telah berubah. Indonesia kini berwajah seribu. Ia multikultur. Ia plural. Ia integral.
Dalam spirit Futsal Ekasapta, marilah kita pekikan ‘sumpah kita’. Bukan untuk mengganti yang telah dikumandangkan 1928 silam, tapi untuk menghidupkan kembali spiritnya.
Kami putera dan puteri Flores Timur dan Lembata, mengaku berbangsa seribu wajah, tanah Nusa Tenggara Timur yang multikultur.
Kami lahir dari pelbagai latar, suku, dan tradisi, namun bersatu dalam semangat kebangsaan yang menghargai perbedaan sebagai kekayaan.
Dalam keberagaman itu, kami menemukan jati diri bersama sebagai anak-anak bangsa yang menjunjung nilai-nilai persaudaraan dan perdamaian.
Kami putera dan puteri Flores Timur dan Lembata, mengaku bernegara yang integral, Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kami percaya bahwa Indonesia bukan sekadar wilayah geografis, melainkan rumah bersama yang dibangun di atas semangat gotong royong, keadilan, dan kesetaraan.
Dalam bingkai NKRI, kami berkomitmen menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas lintas daerah dan generasi.
Kami putera dan puteri Flores Timur dan Lembata, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia yang mengumpulkan semua kami sebagai satu keluarga yang harmonis dengan segala perbedaan kami.
Bahasa ini bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga simbol pemersatu yang melampaui batas-batas budaya dan wilayah.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya













