Dengan demikian, partai politik harus direformasi. Partai politik harus mewujudkan transparansi, akuntabilitas, kaderisasi, diskursus internal yang inklusif, sirkulasi gagasan, dan meritokrasi.
Lebih jauh dari itu, partai politik harus mengaktifkan visi dan ideologi tentang bonum commune. Artinya, partai politik harus menjadi ruang produksi gagasan kehidupan bersama.
Era kemerdekaan, partai politik menjadi ruang produksi gagasan. Hal ini kemudian amat kentara dalam partai politik tidak bersifat oportunis dan membeo dengan kekuasaan. Sebaliknya, partai politik berani berlawan dengan kekuasan dan menawarkan gagasan baru. *
Penulis adalah Mahasiswa Universitas Sanata Dharma










