Reformasi Partai Politik - FloresPos Net - Page 3

Reformasi Partai Politik

- Jurnalis

Sabtu, 13 September 2025 - 16:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat lebih menempuh sarana demonstrasi, ketimbang menaruh harapan pada partai politik.

Reformasi Partai Politik

Kondisi ini menuntut reformasi partai politik. Reformasi partai politik seharusnya mengembalikan partai politik kepada fitrahnya, sebagai jembatan antara negara dan masyarakat. Partai politik harus kembali kepada masyarakat, menyuarakan suara masyarakat, dan terlibat aktif dalam perjuangan politik masyarakat.

Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P LIPI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajurkan lima reformasi partai politik (Haris, 2022).

Pertama, pelembagaan standar etik dan penegakannya secara konsisten; kedua, pelembagaan demokrasi internal dalam keseluruhan proses pengambilan keputusan partai; ketiga, pelembagaan sistem kaderisasi yang inklusif, berkala, berjenjang, dan berkesinambungan; keempat, pelembagaan sistem rekrutmen politik yang demokratis, transparan, akuntabel, dan berbasis kaderisasi; kelima, pelembagaan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  Dampak Stunting Bagi Pertumbuhan Anak

Usaha reformasi partai politik mengingatkan kita pada era awal kemerdekaan. Pada periode 1945-1945, Politik di Indonesia diwarnai dengan pertengkaran gagasan. Walaupun tidak menciptakan kestabilan, politik diwarnai dengan pertukaran, dan bahkan pertengkaran gagasan.

Partai politik menjadi ruang produksi gagasan, yang acapkali berbenturan dengan gagasan partai politik lain.

Para pemimpin bangsa Indonesia mempunyai perbedaan yang tajam dalam memimpikan bangsa Indonesia yang maju. Soekarno, misalnya, menekankan kesatuan Indonesia dalam memajukan bangsa Indonesia. Karena itu, ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang mengusung ideologi kesatuan Indonesia.

Baca Juga :  Kaki Diabetik, Gejala dan Cara Mencegahnya

Ahmad Soebarjo mencita-citakan Indonesia yang agamis kemudian mendirikan Masyumi. Syahrir juga membentuk Partai Sosialis Indonesia sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan-gagasan sosialisme.

Hal ini berarti bahwa partai politik mempunyai ideologi dan visi yang jelas tentang Indonesia. Partai politik sejatinya merupakan organisasi yang mempunyai kesamaan ideologi dan visi tentang kehidupan bersama.

Apa yang menyatukan masyarakat dalam partai politik adalah kesamaan ideologi dan visi. Kesamaan ini berusaha diartikulasikan ke dalam cara-cara politik.

Berita Terkait

Merawat Kesehatan Mental Melalui Konseling Individu
Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak
Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna
Di Balik Senyum dan Kebersamaan (Catatan Reflektif atas Kisah Kematian Bunuh Diri di NTT)
Doa, Etika Publik dan Harapan Perdamaian
Kondisi Fiskal Flores Timur dan Euforia Pencinta Sepak Bola
Buzzer, Akun Anonim dan Ancaman bagi Demokrasi Lokal
Wajah Sunyi Stigmatisasi dalam Masyarakat NTT
Berita ini 122 kali dibaca
Redaksi menerima kiriman artikel Opini. Artikel, profil singkat dan foto penulis dikirim melalui email: redflorespos@gmail.com atau florespos@yahoo.co.uk.

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:28 WITA

Merawat Kesehatan Mental Melalui Konseling Individu

Selasa, 21 April 2026 - 12:56 WITA

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 April 2026 - 12:07 WITA

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Rabu, 15 April 2026 - 21:12 WITA

Di Balik Senyum dan Kebersamaan (Catatan Reflektif atas Kisah Kematian Bunuh Diri di NTT)

Selasa, 14 April 2026 - 11:26 WITA

Doa, Etika Publik dan Harapan Perdamaian

Berita Terbaru

Maria Lidia Ene

Opini

Merawat Kesehatan Mental Melalui Konseling Individu

Rabu, 22 Apr 2026 - 20:28 WITA