Masyarakat lebih menempuh sarana demonstrasi, ketimbang menaruh harapan pada partai politik.
Reformasi Partai Politik
Kondisi ini menuntut reformasi partai politik. Reformasi partai politik seharusnya mengembalikan partai politik kepada fitrahnya, sebagai jembatan antara negara dan masyarakat. Partai politik harus kembali kepada masyarakat, menyuarakan suara masyarakat, dan terlibat aktif dalam perjuangan politik masyarakat.
Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P LIPI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajurkan lima reformasi partai politik (Haris, 2022).
Pertama, pelembagaan standar etik dan penegakannya secara konsisten; kedua, pelembagaan demokrasi internal dalam keseluruhan proses pengambilan keputusan partai; ketiga, pelembagaan sistem kaderisasi yang inklusif, berkala, berjenjang, dan berkesinambungan; keempat, pelembagaan sistem rekrutmen politik yang demokratis, transparan, akuntabel, dan berbasis kaderisasi; kelima, pelembagaan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Usaha reformasi partai politik mengingatkan kita pada era awal kemerdekaan. Pada periode 1945-1945, Politik di Indonesia diwarnai dengan pertengkaran gagasan. Walaupun tidak menciptakan kestabilan, politik diwarnai dengan pertukaran, dan bahkan pertengkaran gagasan.
Partai politik menjadi ruang produksi gagasan, yang acapkali berbenturan dengan gagasan partai politik lain.
Para pemimpin bangsa Indonesia mempunyai perbedaan yang tajam dalam memimpikan bangsa Indonesia yang maju. Soekarno, misalnya, menekankan kesatuan Indonesia dalam memajukan bangsa Indonesia. Karena itu, ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang mengusung ideologi kesatuan Indonesia.
Ahmad Soebarjo mencita-citakan Indonesia yang agamis kemudian mendirikan Masyumi. Syahrir juga membentuk Partai Sosialis Indonesia sebagai sarana untuk menyampaikan gagasan-gagasan sosialisme.
Hal ini berarti bahwa partai politik mempunyai ideologi dan visi yang jelas tentang Indonesia. Partai politik sejatinya merupakan organisasi yang mempunyai kesamaan ideologi dan visi tentang kehidupan bersama.
Apa yang menyatukan masyarakat dalam partai politik adalah kesamaan ideologi dan visi. Kesamaan ini berusaha diartikulasikan ke dalam cara-cara politik.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










