Dione menggarisbawahi bahwa bedah buku dan seminar nasional ini untuk memaknai momen Ulang Tahun ke-70 Seminari Pius XII Kisol adalah momen refleksi untuk menatap langkah yang telah ditapaki di masa lampau, dan juga merumuskan mimpi masa depan yang hendak diraih.
“Hal itu dilakukan agar keberadaan Seminari sebagai Lembaga pendidikan calon imam ini sungguh mampu menghasilkan pribadi pribadi calon imam atau pun awam yang mampu berkarya sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman,” katanya
Dalam usianya yang ke-70 tahun ini, lanjut RD. Dionne, Bunda Sanpio merasa bersyukur karena ada banyak kepala dan hati yang berefleksi tentang keberadaannya di masa lampau dan tantangan masa depan yang harus dihadapi, serta berbagai tawaran pemikiran untuk menjadikan Pendidikan di seminari ini semakin mampu beradaptasi dengan tuntutan dan perkembangan zaman, sekaligus tetap berpegang pada pedoman dasar Pendidikan calon imam.
“Sumbangan pemikiran itu kami temukan dalam artikel-artikel dalam buku Sanpio Go Synodal: Revolusi Pendidikan Melalui Spiritualitas Ekaristi Transformatif. Semua artikel dalam buku ini sudah dikategorikan menurut kelima aspek yang menjadi Visi Pendidikan calon imam di seminari ini. Karena itu setiap artikel dalam buku ini menjadi cermin bagi kami yang berkarya di Lembaga Pendidikan ini untuk menilai praktek Pendidikan dan pembinaan yang telah kami jalankan, sekaligus sebagai obor penyuluh jalan bagi kami untuk menemukan jalan dan arah yang tepat bagi karya kami dalam membina dan membimbing para calon imam di seminari tercinta ini,” katanya.
Kehadiran buku ini, lanjutnya, menjadi sumbangan yang sangat berharga dalam menentukan langkah kami ke depan melalui Rencana Strategis yang saat ini sedang kami garap bersama para akademisi dari Unika Santu Paulus Ruteng.
Hadir di Aula Sanpio Kisol saat Seminar Nasional dan Bedah Buku di antaranya Benny K. Harman, Siprianus Edy Hardum, RD. Fransiskus H. Warman, Mantovanny Tapung, RD. Agustinus M.Habur, Romanus Ndau, Fransiska Widyawati, Jonas K.G.D. Gobang, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Hadir secara daring/zoom meeting Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Anggota Mahkamah Konstitusi RI, Inosentius Samsul, Prof. Gabriel Lele dan sejumlah alumnus Sanpio lainnya.*
Penulis : Walburgus Abulat
Editor : Anton Harus










