“Yang membuat saya optimis adalah komitmen SANPIO menjadikan buku ini bagian dari hidden curriculum. Setiap bulan selama tiga tahun, siswa seminari akan mendiskusikan artikel-artikel ini dalam seminar akademik. Ini bukan hanya latihan intelektual, tetapi proses transformasi mindset generasi muda seminaris agar mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.” katanya.
Konsep dan quot; Goes Synodal dan quot; yang kami pilih sebagai tema sentral, lanjutnya mencerminkan semangat kebersamaan, partisipasi, dan tanggung jawab bersama dalam membangun masa depan.
Hal ini sejalan dengan visi Gereja universal tentang sinodalitas, namun dicontextualisasikan dalam realitas pendidikan seminari Indonesia.
“Sebagai akademisi yang juga alumnus SANPIO, saya melihat buku ini sebagai jembatan antara warisan masa lalu dan aspirasi masa depan. Dengan tebal 770 halaman dan dukungan Penerbit Obor, karya ini diharapkan menjadi referensi penting dalam studi pendidikan seminari di Indonesiam” kata Mantovanny.
Dinamika Bedah Buku
Disaksikan media ini melalui zoon meeting acara bedah buku semakin memberi warna akademik dan knoeledge ketika 4 pembedah buku yang hadir di Aula Sanpio yakni RD. Dr.Agustinus Manfred Habur, Lic. Theol. (Rektor UNIKA St. Paulus Ruteng), Dr. Fransiska Widyawati, M.Hum. (Dosen UNIKA St. Paulus Ruteng), Romanus Ndau, S.S., M.Si (Praktisi-Wakil Alumni Sanpio); Dr. Yonas K.G.D. Gobang, S.Fil.,MA (Rektor UNIPA Maumere), dan seorang pembedah Prof. Dr. Gabriel Lele, S.I.P., M.Si (Dosen Universitas Gadjah Mada) secara daring menyampaikan ilmu dan tawaran menarik terkait Konsep "5S" yang menjadi fondasi buku dan jiwa pendidikan di Sanpio selama ini yakni—Sanctitas, Scientia, Sanitas, Sapientia, dan Solidaritas.
Rektor UNIKA St. Paulus Ruteng RD. Dr. Agustinus Manfred. Habur, Lic. Theol membedah tentang Sanctitas yang meliputi Spiritualitas Digital dan Keaslian Iman.
Manfred Habur pada kesempatan ini antara lain menjelaskan tentang spiritualitas ekaristi, solidaritas dan kontribusi sosial, pentingnya ruang dialog, kolaborasi, solidaritas dan kontribusi sosial.
Menurut RD. Manfred Habur renstra yang digerakkan oleh spiritualitas ekaristi akan menumbuhkan ekosistem Seminari yang mengarah pada kekudusan yang konkret, bukan hanya ideal.
Manfred menggarisbawahi pentingnya rensta yang relevan dan kontekstual yang dijiwai dengan spiritualitas dan dan kerohanian yang mantap.
“Sebab strategi tanpa spiritualitas akan kosong, sistem tanpa rohani akan menjadi mekanis,” katanya.
Penulis : Walburgus Abulat
Editor : Anton Harus










