Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh - FloresPos Net

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Ende melalui instansi terkait telah melakukan kordinasi dan sosialisasi pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Dalam melaksanakan program ini Pemkab Ende melibatkan seluruh Stakeholder di daerah ini baik instansi pemerintah, BUMN dan swasta serta media menjadi orang tua asuh untuk membantu keluarga dan anak yang berisiko stunting.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Garuda, Kantor Bupati Ende, Selasa (21/4/2026) siang.

Kegiatan dibuka oleh PJ Sekda Ende, Gabriel Dala, mewakili Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda.

Bupati Ende dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh PJ Sekda Ende mengatakan Genting merupakan wujud nyata dan kepedulian serta gotong royong sebagai warga Ende.

Baca Juga :  Pemerintah Tak Datang di Rapat Ketiga Pansus LKPJ, Sabri: Kami Beri Waktu Sampai Hari Senin

Gerakan ini mengajak semua elemen di daerah ini bahwa membangun generasi sehat tidak bisa dilakukan sendiri tetapi harus dilakukan bersama untuk memastikan anak tumbuh sehat.

“Tidak ada anak Ende yang boleh tertinggal dalam tumbuh kembangnya. Ini bukan hanya slogan tapi komitmen moral yang harus diwujudkan dalam aksi nyata”.

“Sinergi antara pemerintah dan semua elemen itu sangat penting. Dengan kolaborasi yang kuat, kita mampu menurunkan angka stunting secara signifikan di Kabupaten Ende,” kata Bupati Ende.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dalam laporan mengatakan gerakan tersebut adalah gerakan yang berfokus pada fase seribu hari pertama kehidupan.

Baca Juga :  Sambut Hari Jadi Kabupaten Ke-23, Pemkab Manggarai Barat Gelar Aksi Bersih Bersama

Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman sebagai upaya promosi dan penggalangan gerakan ke berbagai elemen masyarakat agar berkontribusi menjadi orang tua asuh dalam memberikan bantuan kepada sasaran Genting.

Data Stunting di Ende

Data prevalensi stunting di Kabupaten Ende hasil survei kesehatan Indonesia tahun 2023 sebesar 27,5% dan hasil survei status gizi Indonesia tahun 2024 sebesar 30,7%. Terdapat kenaikan sebesar 3,2 %.

Sementara target yang ditetapkan Bappenas, angka stunting di Kabupaten Ende untuk tahun 2025 sebesar 24,5% dan tahun 2026 sebesar 23,6%. Data jumlah keluarga berisiko stunting di Kabupaten Ende tahun 2025 sebanyak 14.785.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
WALHI NTT Sebutkan, Komodo Diperdagangkan, Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Wisata Literasi, SDIT Rabbani Akan Kunjungi Kantor Bupati, Toko Buku Gramedia dan Perpustakaan Daerah
Pantau Jalan Ndona-Sokoria, Gubernur NTT Katakan Cukup Baik dan Akan Lanjut Sampai Nggela
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

Selasa, 21 April 2026 - 07:18 WITA

Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar

Selasa, 21 April 2026 - 06:50 WITA

WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal

Selasa, 21 April 2026 - 06:46 WITA

Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA