Seminari Pius XII Kisol Goes Synodal, Revolusi Pendidikan Selaras Zaman - FloresPos Net - Page 2

Seminari Pius XII Kisol Goes Synodal, Revolusi Pendidikan Selaras Zaman

- Jurnalis

Minggu, 7 September 2025 - 12:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari kiri ke kanan: M. Mantovanny Tapung, RD. Fransiskus H. Warman,  Romanus Ndau, Benny K. Harman; RD. Agustinus Manfred Habur, Jonas K,G.D, Gobang,  dan Fransiska Widyawati, berpose bersama usai bedah buku di Aula Seminari Sanpio Kisol, Sabtu (6/9/2025). Foto Istimewa.

Dari kiri ke kanan: M. Mantovanny Tapung, RD. Fransiskus H. Warman, Romanus Ndau, Benny K. Harman; RD. Agustinus Manfred Habur, Jonas K,G.D, Gobang, dan Fransiska Widyawati, berpose bersama usai bedah buku di Aula Seminari Sanpio Kisol, Sabtu (6/9/2025). Foto Istimewa.

“Tentu ini merupakan peristiwa istimewa yang membantu kita untuk merefleksikan jejak-jejak sejarah penuh makna dan mengkonstruksikan sebuah model formasi pendidikan dan pembinaan calon imam yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman,” kata RD. Frans Warman.

Frans Warman berharap agar seminar dan kehadiran buku ini membantu kita untuk dapat menyesuaikan diri dan tanggap terhadap berbagai perubahan yang terjadi kini dan di masa depan.

Buku ini, lanjut RD. Frans Warman, lahir dalam sebuah ruang kegelisahan dan harapan; kegelisahan kami para formator, guru, pembina dan sekalian orang yang peduli dengan seminari ini tentang kondisi eksisting seminari yang membutuhkan sebuah jawaban atas persoalan, kesulitan, tantangan dan solusi nyata yang disediakannya di dalamnya.

“Di sini juga ada harapan bahwasannya, tradisi yang kuat, segala bentuk kerjasama, dan terutama daya kuasa Allah mampu memberikan kekuatan dan jalan terbaik dalam segala situasi dan kondisi yang kami hadapi. Dalam ruang kegelisahan dan harapan ini, kami mencoba menemukan jawaban dengan membangun kolaborasi dengan berbagi pihak secara istimewa para profesional yang mampu menyumbangkan pikiran, gagasan dan kerangka kerjanya untuk mencapai tujuan,” katanya.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Apresiasi Toleransi Idulfitri di Manggarai Barat

Frans Warman juga menggarisbawahi bahwa buku ini lahir dari sebuah kesadaran bahwa pendidikan seminari membutuhkan peta navigasi.

“Peta inilah yang menuntun perjalanan panjang Sanpio agar tidak kehilangan arah, sekaligus memberi makna bagi setiap langkah. Dalam peta ini, kita menemukan titik temu antara sejarah 70 tahun perjalanan seminari, dinamika formasi saat ini, dan visi pendidikan yang hendak kita wujudkan di masa depan,” katanya.

Baca Juga :  Kotak Suara Pilkada Serentak Tiba di Sikka

Judul buku ini, urainya, mengandung makna yang sangat mendalam. Sanpio Goes Synodal mengajak kita semua untuk menjalani formasi dalam semangat sinodalitas, yaitu berjalan bersama sebagai sebuah komunio.

Sinodalitas bukan hanya metode, melainkan cara hidup: berpikir bersama, merasakan bersama, merumuskan bersama, dan bertindak bersama.

Sedangkan Revolusi Pendidikan Melalui Spiritualitas Ekaristi Transformatif menegaskan bahwa pusat segala perubahan adalah Ekaristi. Dari Ekaristi, lahirlah daya hidup yang mampu mentransformasi pribadi, komunitas, bahkan dunia.

Lebih jauh, buku ini menghadirkan refleksi kritis dan konstruktif tentang tantangan dan peluang pendidikan seminari masa kini. Para penulis menyumbangkan gagasan dari berbagai perspektif—spiritual, intelektual, sosial, kultural, bahkan politis—untuk memperkaya model formasi yang lebih integral, relevan, dan adaptif terhadap zaman.

Penulis : Walburgus Abulat

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling
Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh
Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar
Gubernur NTT Apresiasi LPK Musubu Stikes Santa Elisabeth Lela Kirim Tenaga Kesehatan ke Jepang
WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal
Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang
WALHI NTT Sebutkan, Komodo Diperdagangkan, Manggarai Timur Jadi Ladang Perburuan Satwa Dilindungi
Wisata Literasi, SDIT Rabbani Akan Kunjungi Kantor Bupati, Toko Buku Gramedia dan Perpustakaan Daerah
Berita ini 625 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:43 WITA

Wendy Menang Meyakinkan, Pemilihan Ketua RT 01 Wae Sambi Terapkan Metode TPS Keliling

Selasa, 21 April 2026 - 11:51 WITA

Program GENTING, Pemkab Ende Libatkan Stakeholder Terkait Jadi Orang Tua Asuh

Selasa, 21 April 2026 - 07:18 WITA

Wujudkan Lingkungan Bersih, Rutan Bajawa Gelar Deklarasi Zero Halinar

Selasa, 21 April 2026 - 06:50 WITA

WALHI NTT Menilai Polres Sumba Timur Mandek Tangani Kasus Tambang Emas Ilegal

Selasa, 21 April 2026 - 06:46 WITA

Selama Empat Tahun, LPK Musubu Kirimkan 71 Tenaga Kesehatan Asal NTT ke Jepang

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA