“Tentu ini merupakan peristiwa istimewa yang membantu kita untuk merefleksikan jejak-jejak sejarah penuh makna dan mengkonstruksikan sebuah model formasi pendidikan dan pembinaan calon imam yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman,” kata RD. Frans Warman.
Frans Warman berharap agar seminar dan kehadiran buku ini membantu kita untuk dapat menyesuaikan diri dan tanggap terhadap berbagai perubahan yang terjadi kini dan di masa depan.
Buku ini, lanjut RD. Frans Warman, lahir dalam sebuah ruang kegelisahan dan harapan; kegelisahan kami para formator, guru, pembina dan sekalian orang yang peduli dengan seminari ini tentang kondisi eksisting seminari yang membutuhkan sebuah jawaban atas persoalan, kesulitan, tantangan dan solusi nyata yang disediakannya di dalamnya.
“Di sini juga ada harapan bahwasannya, tradisi yang kuat, segala bentuk kerjasama, dan terutama daya kuasa Allah mampu memberikan kekuatan dan jalan terbaik dalam segala situasi dan kondisi yang kami hadapi. Dalam ruang kegelisahan dan harapan ini, kami mencoba menemukan jawaban dengan membangun kolaborasi dengan berbagi pihak secara istimewa para profesional yang mampu menyumbangkan pikiran, gagasan dan kerangka kerjanya untuk mencapai tujuan,” katanya.
Frans Warman juga menggarisbawahi bahwa buku ini lahir dari sebuah kesadaran bahwa pendidikan seminari membutuhkan peta navigasi.
“Peta inilah yang menuntun perjalanan panjang Sanpio agar tidak kehilangan arah, sekaligus memberi makna bagi setiap langkah. Dalam peta ini, kita menemukan titik temu antara sejarah 70 tahun perjalanan seminari, dinamika formasi saat ini, dan visi pendidikan yang hendak kita wujudkan di masa depan,” katanya.
Judul buku ini, urainya, mengandung makna yang sangat mendalam. Sanpio Goes Synodal mengajak kita semua untuk menjalani formasi dalam semangat sinodalitas, yaitu berjalan bersama sebagai sebuah komunio.
Sinodalitas bukan hanya metode, melainkan cara hidup: berpikir bersama, merasakan bersama, merumuskan bersama, dan bertindak bersama.
Sedangkan Revolusi Pendidikan Melalui Spiritualitas Ekaristi Transformatif menegaskan bahwa pusat segala perubahan adalah Ekaristi. Dari Ekaristi, lahirlah daya hidup yang mampu mentransformasi pribadi, komunitas, bahkan dunia.
Lebih jauh, buku ini menghadirkan refleksi kritis dan konstruktif tentang tantangan dan peluang pendidikan seminari masa kini. Para penulis menyumbangkan gagasan dari berbagai perspektif—spiritual, intelektual, sosial, kultural, bahkan politis—untuk memperkaya model formasi yang lebih integral, relevan, dan adaptif terhadap zaman.
Penulis : Walburgus Abulat
Editor : Anton Harus










