BORONG, FLORESPOS.net-Seminari Santo Pius XII (SANPIO) Kisol berhasil melaksanakan Seminar Nasional dan Bedah Buku berjudul Sanpio Go Synodal: Revolusi Pendidikan Melalui Spiritualitas Ekaristi Transformatif.
Seminar dan bedah buku yang berlangsung di Aula Sanpio, Sabtu (6/9/2025) itu menghasilkan pelbagai komitmen dan dinamika dari sejumlah pihak untuk melakukan revolusi pendidikan di Sanpio selaras zaman dengan indikator agar para seminaris mahir di bidang science/knowledge, technology, engeneering, dan mathematics (STEM).
Elemen warga juga berharap agar lembaga pendidikan Sanpio terbuka untuk menerima siswa yang tidak saja untuk menjadi calon imam tetapi juga tedrbuka untuk calon awam berkualitas selaras zaman..
Seminar yang dipandu Moderator Reverendus Dominus (RD) Ardus Tannis S.Fil, S.Pd. diawali dengan sambutan Gubernur Provinsi NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si,Apt.
Gubernur dan penyampaian apresiasi dan testimoni dari beberapa alumnus termasuk anggota Hakim Konstitusi RI Dr. Inosentius Samsul.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam sambutannya antara lain menyampaikan apresiasinya atas pelbagai terobosan dan kemajuan pendidikan di Sanpio yang selalu mengharumkan nama Provinsi NTT di kancah nasional karena prestasi di bidang akademik.
Gubernur secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan Seminari Sanpio, panitia, para seminaris, para alumni, para penulis buku.
“Profisiat atas ultah Sanpio, profisiat untuk buku yang luar biasa, profisiat untuk alumni. Viva Sanpio. Viva Sanpio, salve,” kata Gubernur Laka Lena.
Dibuka oleh Praeses Sanpio
Seminar Nasional dan bedah buku dibuka secara resmi oleh Praeses Sanpio RD. Fransiskus H. Warman, S.Fil, S.Pd. Praeses RD. Frans Warman dalam sambutan antara lain mengemukakan bahwa Seminar Nasional dan Bedah Buku “Sanpio Goes Synodal: Revolusi Pendidikan Melalui Spiritualitas Ekaristi Transformatif” merupakan bagian dari perayaan Dies Nataliske-70 Seminari Pius XII Kisol dan Festival Lembah Sanpio.
Frans Warman menyebut momen itu sebagai suatu ujud syukur yang menyatukan kenangan masa lalu, realitas hari ini, dan harapan masa depan.
Penulis : Walburgus Abulat
Editor : Anton Harus










