Out of Touch dan Politik yang Membumi - FloresPos Net - Page 2

Out of Touch dan Politik yang Membumi

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 13:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anselmus Dore Woho Atasoge

Anselmus Dore Woho Atasoge

Ketimpangan ekonomi yang ekstrem bukan hanya masalah distribusi kekayaan, tetapi ancaman terhadap kohesi sosial. Ketika sebagian kecil menikmati privilese yang nyaris tak terbatas, sementara mayoritas bergulat dengan kebutuhan dasar, maka solidaritas nasional terancam.

Dalam konteks ini, out of touch bukan sekadar ketidaktahuan, tetapi ketidakpedulian yang terstruktur. Lebih tepatnya, ketidakpekaan struktural yang melanggengkan ketimpangan dan memicu kecemburuan sosial. Ia tercermin dalam kebijakan yang tidak berpihak, dalam retorika yang kosong, dan dalam gaya hidup pejabat yang mencolok di tengah kesulitan rakyat.

Joseph Stiglitz, ekonom peraih Nobel, pernah menegaskan bahwa “ketimpangan bukanlah hasil dari kekuatan pasar semata, tetapi dari kebijakan yang dirancang oleh mereka yang diuntungkan oleh sistem.” Gagasan ini mengingatkan kita bahwa jurang ekonomi bukanlah keniscayaan, melainkan hasil dari pilihan politik.

Baca Juga :  Suara Kecil, Harapan Besar (sebuah sisipan di Hari Anak Internasional)

Sudah saatnya kita mendesak lahirnya politik yang membumi. Politik yang tidak hanya bicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang keadilan distribusi. Tunjangan pejabat harus dikaji ulang.

Di tingkat pusat, Presiden Prabowo sudah nyatakan sikap untuk hal itu. Kita menunggu kabar dari daerah-daerah. Tentu hal itu tidak hanya dari sisi efisiensi anggaran, tetapi dari sisi etika publik.

Di titik ini, bangsa dan negara kita butuh reformasi institusional yang menempatkan empati sebagai landasan kebijakan. Kita butuh pejabat yang tidak hanya hadir di ruang rapat, tetapi juga di ladang petani, di ruang kelas guru honorer, dan di rumah-rumah warga miskin kota maupun desa.

Baca Juga :  Gerakan Buruh dalam Meningkatkan Kesejahteraan

Kebijakan harus lahir dari realitas lapangan, bukan sekadar angka; protokol kekuasaan mesti diganti dengan dialog yang manusiawi; dan evaluasi kinerja pejabat perlu mencantumkan jejak empati, bukan hanya grafik teknokratis. Inilah saatnya membangun birokrasi yang tidak sekadar mengatur, tetapi merasakan dan memanusiakan.

Jika bangsa ini ingin benar-benar melangkah menuju masa depan yang inklusif dan adil, maka jurang antara elit dan rakyat harus dijembatani.

Bukan dengan retorika, tetapi dengan keberpihakan nyata. Karena memang, politik yang membumi bukan hanya utopia, melainkan keniscayaan jika kita ingin menjaga harapan dan martabat bersama.*

Penulis adalah Staf Pengajar Stipar Ende

Berita Terkait

Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman
Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:51 WITA

Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:13 WITA

Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:50 WITA

Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 September 2026 - 11:36 WITA

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:09 WITA

Nusa Bunga

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:54 WITA