Keempat, prosesi akbar Maria Assumpta Nusantara yang dimulai di Kapela Stella Maris Labuan Bajo pada Kamis 14 Agustus 2025.
Kelima, Misa Akbar Maria Assumpta Nusantara dan Penutupan Festival yang terpusat di Waterfront City Marina Labuan Bajo pada Jumat 15 Agustus 2025.
Latar Belakang
Sekjen Keuskupan Labuan Bajo RD. Fransiskus Nala menyebut dua latar belakang digelarnya festival akbar ini.
Pertama, perkembangan Pariwisata yang pesat dan masif di Labuan Bajo, Manggarai Barat yang menggarisbawahi empat hal penting yakni adanya keterlibatan masyarakat lokal, yang berakar kultural-spiritual setempat, menjaga kelestarian alam lingkungan dan demi terwujudnya Bonum Commune.
Kedua, pentingnya peran spiritual dan sosial Gereja yang sinodal dan inklusif dalam gegap gempita kemajuan pariwisata.
Romo Frans pada kesempatan ini menggarisbawahi gagasan dasar yang memberi warna pada pariwisata holistik dan berkelanjutan yang ditandai adanya berpartisipasi aktif masyarakat lokal yang ditandai dengan keterlibatan aktif dan kreatif dalam proses pariwisata super prioritas Labuan Bajo, Flores.
Aspek lain yang ditonjolkan yakni berbudaya di mana pariwisata arus berakar dan bertumbuh dalam kearifan lokal dan spiritualitas setempat.
Berkelanjutan: Pariwisata yang merawat dan melestarikan alam ciptaan. Sinodal: Persaudaraan yang dirajut dalam semangat jalan bersama. Inklusif: Keterbukaan terhadap semua orang dan merangkul keberagaman dalam rumah bersama Keuskupan Labuan Bajo, katanya.
Tema
Festival Golo Koe Tahun 2025 mengusung tema Keuskupan Labuan Bajo: Merajut Kebangsaan dan Pariwisata Berkelanjutan yang Sinodal dan Inklusif.
Tema ini menurut Sekjen KLB RD. Frans Nala menggarisbawahi empat hal penting: Pertama, Keuskupan Labuan Bajo sebagai rumah kebangsaan dan mozaik persaudaraan dalam konteks pariwisata berkelanjutan yang sinodal dan inklusif.
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










