Kedua, Keuskupan Labuan Bajo yang merangkul kemajemukan dan berjalan bersama dalam keanekaragaman budaya dan spiritualitas.
Ketiga, ajang ini merupakan pertemuan antara budaya dan turisme memperluas persaudaraan dan menjadi sarana pertumbuhan iman bagi umat.
Keempat, peran turisme dalam penginjilan dan pembangunan berkelanjutan yang adil, partisipatif dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
Tujuan
Sekjen KLB, RD. Frans Nala menyebut empat tujuan kegiatan Festival Golo Koe Maria Assumpta yakni: Pertama, agar UMKM berkembang dan masyarakat lokal turut menikmati kemajuan pariwisata.
Kedua, agar komunitas seni dan atraksi budaya lokal bertumbuh terintegrasi dengan perkembangan pariwisata.
Ketiga, agar lingkungan alam tetap terjaga keutuhannya, serta terawat bersih, asri dan menawan.
Keempat, agar orang mengalami pariwisata sebagai perjumpaan persaudaraan dan ziarah bersama yang inklusif menuju kepenuhan sukacita sejati pada Sang Khalik.
Dari gambaran agenda kegiatan, pelaksanaan festival, kemasan acara dan aneka kreativitas yang dibingkai selama kegiatan ini, terlihat secara jelas bagaimana Festival Golo Koe KLB Maria Assumpta Nusantara ini memancarkan aneka nilai seperti nilai spiritual, nilai ekonomi, nilai kerja sama, nilai toleransi dan modern beragama, nilai budaya, nilai kewarganegaraan, nilai saling menghormati, nilai kebangsaan, dan aneka nilai-nilai positif lainnya.
Nilai-nilai positif yang tumbuh, berkembang dan sungguh hidup ini disaksikan langsung oleh pelbagai masyarakat dunia, khusus para wisatawan, baik wisatawan domestik, wisatawan nusantara, maupun wisatawan mancanegara.
Nilai-nilai ini selain disebarluaskan ke pelbagai pelosok Indonesia dan dunia melalui aneka media sosial dan media-media mainstream dalam dan luar negeri, juga tak kalah pentingnya bagaimana momen berahmat festival Maria Assumpta Nusantara Golo Koe ini ditularkan melalui kesaksian para wisatawan ketika mereka kembali ke tempat atau negara asalnya di pelbagai belahan dunia.
Kehadiran dan peran para wisatawan ini memang sejalan dengan salah satu semangat dari Festival ini yang memberi ruang bagi peran turisme untuk mengemban misi penginjilan dan pembangunan berkelanjutan yang adil, partisipatif dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










