Berkeliling Sambil Berbuat Baik, Catatan Perjalanan Panggilan Romo Egi Parera Hingga Pancawindu Imamat - FloresPos Net - Page 4

Berkeliling Sambil Berbuat Baik, Catatan Perjalanan Panggilan Romo Egi Parera Hingga Pancawindu Imamat

- Jurnalis

Minggu, 8 Juni 2025 - 18:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah tahbis menjadi imam, Romo Egy Parera langsung berangkat dari Maumere kembali ke tempat TOP dulu, Paroki Katedral Kristus Raja Ende. RD Egi merasa bahwa penempatan di paroki Katedral hanyalah bulan madu sebagai imam baru.

Mengapa seperti itu, karena RD Egi Parera hanya sebulan di paroki Katedral dan kemudian dikirim ke Paroki Hati Amat Kudus, Wolowaru.

Saat itu RD Egi merasa canggung dan ada penolakan dalam dirinya. Sebab ia pastor muda dan ditempatkan menjadi pastor paroki di paroki yang dilayani SVD. Namun ia mengambil inspirasi dari Nabi Yeremia, “Kemanapun engkau kuutus, pergilah”.

Kurang lebih lima tahun di Wolowaru, RD Egi pun kembali lagi ke paroki Katedral. Saat kembali para pengurus DPP paroki bercanda dengannya bahwa ia pulang studi banding dari Paroki Wolowaru yang dilayani SVD. Di paroki Katedral ia menghabiskan waktu pelayanan selama sepuluh tahun.

Baca Juga :  Tegas Seruan Pemimpin Gereja Indonesia: Tolak Politik Identitas dan Politik Uang

Setelah sepuluh tahun di Katedral, RD Egi diutus lagi ke Paroki Wolotopo. Di sana, ia hanya bertugas selama delapan bulan mempersiapkan tahbisan imam enam diakon. Ia menerima tugas baru lagi di paroki yang dilayani SVD kala itu, pastor parokinya, Pater Esteban SVD.

Menuju Sumatera dan Sempat Ditawar Pegang Pistol

Tugasnya selama delapan bulan di Paroki Wolotopo berakhir. Pada tahun 1998, RD Egi diutus menjadi pastor domestik di Sumatera, Keuskupan Padang karena kebutuhan umat di sana.

Di Keuskupan Padang, RD Egi menghabiskan waktu pelayanan kurang lebih tujuh tahun. Ia berkeliling di sebagian tanah Sumatera, melewati medan ekstrem dan gangguan pemalakan dari warga. Kondisi itu membuat umat menawarkan dirinya memegang pistol untuk melindungi diri.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Modern di Ende Telan Anggaran Rp 28 Miliar

“Di sana saya sempat ditawarkan oleh umat untuk pegang pistol. Saya menolak karena saya takut bisa tembak orang,” katanya sambil tertawa.

RD Egi Parera mengalami berbagai pengalaman di Keuskupan Padang dan sempat membuka satu paroki baru, berbaur dengan umat yang memiliki budaya berbeda. RD Egi jalani itu dengan semboyan hidupnya ‘Berkeliling Sambil Berbuat Baik’.

Dari Tanah Sumatera, RD Egi kembali ke bumi Tri Warna Ende tepatnya di Paroki Detusoko. Di paroki ini, RD Egi bertugas selama tujuh tahun dan merayakan perak imamatnya.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Turun ke SDN Wolomoni, Kadis PK Ende Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Lahan dan Gedung Sekolah
SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris
Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT
WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa
Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas
Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi
Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa
Wujudkan Mimpi Kerja di Luar Negeri, Hantarkan Para Mahasiswa Kuliah di Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere
Berita ini 844 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:21 WITA

Turun ke SDN Wolomoni, Kadis PK Ende Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Lahan dan Gedung Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:18 WITA

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:04 WITA

WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:43 WITA

Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas

Berita Terbaru