“Saya senang-senang saja maka semua itu bisa dilewati dengan baik. Kami biasa dari Maumere nginap di biara St Yosef Ende baru besoknya ke Mataloko,” kata RD Egi sambil tertawa.
Empat tahun di Seminari Mataloko dilalui dengan berbagai pengalaman hidup. Ada suka dan duka menghiasi hidupnya di sana yang kini menjadi kenangan cerita perjalanan ziarah panggilannya. Berbuat baik tak lepas dari narasi yang membingkai perjalanan hidupnya.
Sempat Berpikir Masuk SVD
Empat tahun disemaikan di Seminari Mataloko membuat benih panggilan itu semakin matang dalam diri Egi. Menjadi imam pelayan Tuhan itulah tujuan hidupnya.
Setelah tamat Seminari Mataloko, Egi dihadapkan pada pilihan antara masuk imam projo Keuskupan Agung Ende atau menjadi biarawan dan misionaris Kongregasi Societas Verbi Divini (SVD)/Serikat Sabda Allah.
Terbersit di pikirannya saat itu ingin masuk SVD dan menjadi misionaris di tanah Papua. Namun pilihan itu patah di tengah jalan dan Egi memantapkan langkahnya ke Ritapiret menjadi imam projo.
“Waktu itu mau masuk SVD karena ingin jadi misionaris di Papua. Tapi semua itu berubah di tengah jalan dan lamar ke imam projo,” katanya.
Saat menerima dan mengenakan juba pertama getaran panggilan itu semakin menguat dalam dirinya. Ia merasa jalannya tinggal selangkah lagi menuju cita-citanya menjawab panggilan Tuhan.
Egi melalui dengan baik dan menjalankan Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di gereja Katedral Kristus Raja Ende. Dua tahun menjalani masa TOP, Egi tidak saja melayani umat di gereja tetapi menjadi guru dan mengajar pada beberapa sekolah menengah pertama di Kota Ende.
“Saat TOP, saya dan Pater Frans Ndoy SVD (saat itu Frater TOP juga) mengajar di beberapa SMP seperti SMP Sinar Pancasila, SMP Tri Dharma, Muhammadiyah, Mutmaina, SMP Negeri 2 dam SMP Kristo Regi,” kata RD Egj.
Dua tahun di Katedral Kristus Raja Ende sebagai Frater TOP berlalu dengan berbagai kenangan, Frater Egi kemudian kembali ke Maumere dan ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr Pablo Puente, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, di Sikka pada 12 Juni 1985.
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










