Berkeliling Sambil Berbuat Baik, Catatan Perjalanan Panggilan Romo Egi Parera Hingga Pancawindu Imamat - FloresPos Net - Page 2

Berkeliling Sambil Berbuat Baik, Catatan Perjalanan Panggilan Romo Egi Parera Hingga Pancawindu Imamat

- Jurnalis

Minggu, 8 Juni 2025 - 18:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayung bersambut, kedua orangtuanya mendukung apa lagi saat itu ada seorang kakaknya sudah menimbah ilmu di seminari.

Motivasi itu dperkuat dengan aksi lucu yang sering dilakukan saat sang kakak pulang libur. Mereka sering melakukan latihan jadi pastor di rumah, bergantian memimpin misa, membagikan komuni dengan keripik pisang.

“Saat itu kaka saya sudah di seminari, dia pulang kami latihan jadi imam. Pimpin misa dan bagi komuni pakai pisang,” kenang RD Egi Parera.

Selepas dari Sekolah Rakyat, Egi yang sudah tumbuh remaja melangkah ke jenjang pendidikan lanjutan. Ia tak memilih sekolah lain. Ia memilih seminari pertama Lela yang saat itu baru dibuka. Egi adalah angkatan pertama di sekolah itu.

Baca Juga :  Dua Proyek Jalan Dana Inpres 2023 di Ende Tidak Rampung Diakhir Tahun

Bersama 53 teman dari berbagai SR sewilayah Maumere dan Ende, Egi mengalami indahnya menjadi siswa angkatan pertama dengan suka dan dukanya, sedih dan senangnya.

Ratakan bukit, cungkil pohon, termasuk kelapa yang dicungkil dari akarnya dibawah komando Praeses pertama, Romo Bosco Terwinyu (alm) dan Frater Yan Jangun serta Frater Maksimus Sintu.

Di panti persemaian Seminari Lela, Egi dibentuk. Getaran panggilan melayani Tuhan menjadi imam semakin kuat dalam dirinya. Ia seakan lupa rumah, keluarganya karena berbaur dengan puluhan seminaris di panti itu.

Baca Juga :  IMI NTT Seleksi Pembalap Grass Track untuk Berlaga di PON 2028

“Sebagai anak yang sudah terarah dari SR dan rumah, saya senang-senang saja selama tiga tahun di Seminari Lela”.

Menamatkan pendidikan di Seminari Lela, Egi melanjutkan pendidikan ke Seminari Menengah di Seminari Mataloko untuk mewujudkan cita-citanya jadi seorang imam.

Meski bertolak dari Maumere dengan truk bak terbuka, membawa pakaian dengan peti pengganti tas kala itu harus nginap di Ende sebelum ke Mataloko, semua itu tak menyurutkan semangatnya. Lagi – lagi Egi melewati semua itu dengan hati gembira.

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Turun ke SDN Wolomoni, Kadis PK Ende Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Lahan dan Gedung Sekolah
SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris
Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT
WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa
Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas
Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi
Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa
Wujudkan Mimpi Kerja di Luar Negeri, Hantarkan Para Mahasiswa Kuliah di Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere
Berita ini 844 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:21 WITA

Turun ke SDN Wolomoni, Kadis PK Ende Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Lahan dan Gedung Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:18 WITA

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:04 WITA

WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:43 WITA

Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas

Berita Terbaru