Berkeliling Sambil Berbuat Baik, Catatan Perjalanan Panggilan Romo Egi Parera Hingga Pancawindu Imamat - FloresPos Net - Page 5

Berkeliling Sambil Berbuat Baik, Catatan Perjalanan Panggilan Romo Egi Parera Hingga Pancawindu Imamat

- Jurnalis

Minggu, 8 Juni 2025 - 18:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Paroki Detusoko, RD Egi sebenarnya diutus menjadi pastor Paroki Nangapanda. Namun karena kondisi kesehatannya maka ditugaskan ke Paroki Roworeke Ende lalu sempat ke Paroki Kombandaru dan saat ini melayani umat di Paroki St Yosef Freinademetz Mautapaga.

Sempat Alami Stroke

Dibalik semangatnya sebagai seorang pastor yang melayani umat, RD Egi pernah mengalami tantangan berat dalam tugas panggilannya.

Ia sempat mengalami stroke. Dalam situasi itu, ia tetap semangat untuk melawan penyakit yang dideritanya. Ia mengalami mujizat penyembuhan saat berobat di Denpasar, Bali.

“Saat itu saya berpikir penyakit ini bisa dilawan dan pasti sembuh,” kata RD Egi.

Baca Juga :  Mosalaki Kombandaru Ende Katakan Geothermal Tidak Cocok di Wilayahnya

Pesan Berkeliling Sambil Berbuat Baik

Kini RD Egi Parera sudah berjalan jauh, “Berkeliling Sambil Berbuat Baik” dalam tugas pelayanannya sebagai seorang imam.

Saat ini RD Egi Parera sudah masuk usia 40 tahun sebagai seorang imam katolik. Dari suka duka yang dilalui dalam karya pelayanannya ia memilih “Berkeliling Sambil Berbuat Baik” menjadi motto Pancawindu imamatnya.

Motto ini dipilihnya dengan alasan yang fundamental. Ia tahu telah separuh jalan dan akan berjalan lagi melayani umat maka berbuat baik harus menjadi senjata utama di mana pun berada.

Baca Juga :  Yang Layak dan Yang Dekat

“Saya tahu, saya sudah di separuh perjalanan dan akan jalan lagi menjalani tugas sebagai seorang imam. Tugas penting ini untuk kebaikan banyak orang. Saya melihat tuhan sebagai sumber kebaikan maka harus berbuat baik dalam pengertian jasmani dan rohani,” kata RD Egi.

RD Egi berpesan agar kita terus berbuat baik, saling mengasihi dan saling membantu dalam hidup.

RD Egi juga menceritakan panggilan Opung itu setelah ia pulang dari Sumatera dan bertugas di Paroki Detusoko. Ia tidak keberatan dan senang dipanggil Opung.*

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Turun ke SDN Wolomoni, Kadis PK Ende Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Lahan dan Gedung Sekolah
SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris
Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT
WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa
Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas
Baru 3 Paket Proyek di Flores Timur yang Ditender, Yudit Tulit: Lebih Banyak Mini Kompetisi
Yayasan Papha Gandeng AWAS Laksanakan Workshop Terkait Pemberitaan dan Masalah Kesehatan Jiwa
Wujudkan Mimpi Kerja di Luar Negeri, Hantarkan Para Mahasiswa Kuliah di Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere
Berita ini 844 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:21 WITA

Turun ke SDN Wolomoni, Kadis PK Ende Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Lahan dan Gedung Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:29 WITA

SMAS St. Gregorius Reo Gelar English Night, Ratusan Siswa Siap Tunjuk Kemahiran Berbahasa Inggris

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:18 WITA

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:04 WITA

WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:43 WITA

Obat Bagi Pasien ODGJ di Kabupaten Sikka Sudah Tidak Tersedia di Puskesmas

Berita Terbaru