Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko - FloresPos Net

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Industri tahu tempe milik Krakatau di Kelurahan Lokoboko, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende kembali dikeluhkan warga yang bermukim di bantaran kali Wolowona.

Pasalnya aktivitas dari industri pengolahan tahu tempe tersebut diduga membuang limbah ke kali Wolowona yang berdampak pada pencemaran air kali dan menimbulkan bau yang menyengat.

Kondisi ini sudah meresahkan warga yang bermukim di sekitar kali. Warga meminta agar pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun ke lokasi melihat langsung kondisi lapangan dan mengambil langkah tegas.

Baca Juga :  Sebanyak 1.567 Mahasiswa Unipa Maumere Jalani PKKMB

Keluhan itu datang dari warga Kelurahan Rewawangga Selatan, Kecamatan Ende Timur.

Warga yang bermukim di bantaran kali mengeluhkan adanya  pencemaran air yang diduga buangan dari limbah industri tahu tempe milik Krakatau.

Baca Juga :  Tradisi Pelepasan Sarjana Baru di Prodi Arsitektur Uniflor, dari Siksa Hingga Air Mata

Limbah cair yang di duga dihasilkan dari aktivitas usaha tersebut disebut di buang langsung ke kali melalui saluran pembuangan.

“Baunya menyengat sekali apalagi kalau malam hari saat musim panas begini,” ungkap Agus Rianto, Warga Rewarangga Selatan kepada wartawan, Selasa (27/10/2026) sore.

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA