Agus mengatakan warga yakin limbah dan bau menyengatkan itu berasal dari industri tahu Krakatau ada pembuangan ke kali.
Menurutnya, pembuangan limbah cair secara langsung ke sungai sangat dirasakan warga yang selama ini memanfaatkan air kali tersebut.
“Selama ini kami rasakan karena kami gunakan air kali. Kami harap pemerintah bisa melihat dan menertibkan aktivitas yang mencemarkan lingkungan dan merugikan orang lain,” desak Agus.
Masalah tersebut telah dikeluhkan warga beberapa tahun lalu pada masa kepemimpinan Bupati Ende, Djafar Achmad.
Saat itu warga sudah melaporkan kejadian itu kepada pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ende hingga menghadap langsung bupati Ende, Djafar Ahmad.
Saat itu pihak Krakatau menyanggupi mengolah limbah tersebut sebelum dibuang ke kali. Namun saat ini faktanya limbah tersebut tidak diolah dan langsung dibuang ke kali.
“Memang waktu itu ada kesepakatan antara pemerintah, warga dan pemilik Krakatau bahwa tidak boleh buang limbah yang belum diolah”.
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










