Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko - FloresPos Net - Page 3

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

- Jurnalis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus juga menceritakan  pernah ada kejadian anak-anak mengalami gatal-gatal ketikan mandi di kali sekitar beberapa tahun lalu.

Hal yang sama juga dikeluhkan Gebi Ema, warga Rewarangga Selatan lainnya. Ia mengatakan  bau tidak sedap tersebut dirasakan warga di sekitar kali Wolowona sejak seminggu terakir pada malam hari.

Ia menduga bau tak sedap tersebut dihasilkan dari limbah pabrik tahu tempe yang berlokasi di Lokoboko tepat di sebelah kali wolowona.

“Setiap jam 08:00 malam sampai kira- kira jam 11:00, bau limbah itu sangat menyengat, itu hampir semua masyarakat mengeluh,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Sikka Ingatkan ASN Harus Jadi Contoh Wajib Pajak

Kondisi ini menyebabkan masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir kali wolowona  tidak nyaman.

Geby berharap agar tindakan tegas dari pemerintah kabupaten Ende terhadap aktivitas pabrik tahu tersebut.

Pemilik Krakatau yang hendak dikonfirmasi media ini, Rabu (28/10/2026) siang di lokasi usahanya di Kelurahan Lokoboko, Kecamatan Ndona sedang tidak berada di lokasi tersebut.

Baca Juga :  SSB Indonesia Muda Ende Dapat Bantuan dari Kemenpora

Menurut pekerja yang ditemui menyampaikan bahwa pemilik Krakatau sedang berada di kediamannya di Kelurahan Mautapaga.

Florespos.net dan beberapa wartawan menuju ke rumahnya namun tidak menemuinya. Beberapa wartawan mengirim pesan melalui WhatsApp meminta waktu untuk konfirmasi terkait keluhan ini namun tidak dibalas.

Hingga berita ini ditayangkan, pemilik industri Tahu Tempe Krakatau belum bisa ditemui wartawan.

Pihak pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga belum memberikan keterangan terkait hal ini.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
STIPAS Sirilus Ruteng Gelar Seminar Nasional: Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:15 WITA

Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA