Agus juga menceritakan pernah ada kejadian anak-anak mengalami gatal-gatal ketikan mandi di kali sekitar beberapa tahun lalu.
Hal yang sama juga dikeluhkan Gebi Ema, warga Rewarangga Selatan lainnya. Ia mengatakan bau tidak sedap tersebut dirasakan warga di sekitar kali Wolowona sejak seminggu terakir pada malam hari.
Ia menduga bau tak sedap tersebut dihasilkan dari limbah pabrik tahu tempe yang berlokasi di Lokoboko tepat di sebelah kali wolowona.
“Setiap jam 08:00 malam sampai kira- kira jam 11:00, bau limbah itu sangat menyengat, itu hampir semua masyarakat mengeluh,” tuturnya.
Kondisi ini menyebabkan masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir kali wolowona tidak nyaman.
Geby berharap agar tindakan tegas dari pemerintah kabupaten Ende terhadap aktivitas pabrik tahu tersebut.
Pemilik Krakatau yang hendak dikonfirmasi media ini, Rabu (28/10/2026) siang di lokasi usahanya di Kelurahan Lokoboko, Kecamatan Ndona sedang tidak berada di lokasi tersebut.
Menurut pekerja yang ditemui menyampaikan bahwa pemilik Krakatau sedang berada di kediamannya di Kelurahan Mautapaga.
Florespos.net dan beberapa wartawan menuju ke rumahnya namun tidak menemuinya. Beberapa wartawan mengirim pesan melalui WhatsApp meminta waktu untuk konfirmasi terkait keluhan ini namun tidak dibalas.
Hingga berita ini ditayangkan, pemilik industri Tahu Tempe Krakatau belum bisa ditemui wartawan.
Pihak pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga belum memberikan keterangan terkait hal ini.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










