MAUMERE, FLORESPOS.net-Sebanyak 1.567 mahasiswa baru Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere yang tersebar 21 Program Studi (Prodi) menjalankan kegiatan PKKMB Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Kegiatan PKKMB yang mengusung tema “Berkarakter,Cinta Tanah Air dan Siap Berdampak Bersama Nusa Nipa” ini berlangsung selama 3 hari dengan mengambil tempat di kampus dan di luar kampus.
“Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru dan melibatkan juga mahasiswa senior, dosen, pengurus yayasan, rektor, alumni dan pihak eksternal,” terang Wakil Rektor I Unipa Maumere, Hendrikus Pedro, Kamis (14/8/2025).
Pedro menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan mulai dari sistem akademiknya, registrasi keuangannya dan cara pembayarannya.
Juga soal akademiknya terkait apa yang dilakukan di kampus menyangkut 3 hal yakni pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu sebut dia, ada kegiatan kemahasiswaan dan layanan-layanan yang diberikan kepada mahasiswa.
Layani ini diantaranya berupa layanan kesehatan, beasiswa, mendapat pendampingan psikologi dan perlindungan terhadap segala kekerasan yang dialami.
“Ada juga sharing dari alumni kampus Unipa Maumere dan pengenalan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unipa,” paparnya.
Pedro mengatakan, hari pertama Rabu (13/8/2025) setelah pembukaan oleh Rektor Unipa dilanjutkan dengan penyematan tanda atau atribut PKKMB kepada 2 perwakilan Mahasiswa Baru (Maba) oleh rektor.
“Kegiatan selanjutnya diisi dengan materi yang dibawakan oleh Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa serta Visi Unipa “Unipa Sebagai Komunitas Ilmiah Dan Komunitas Kewirausahaan” yang dibawakan oleh rektor,” jelasnya.
Pedro memaparkan, pemateri berikut oleh Bupati Sikka yang berbicara mengenai Generasi Muda Nusa Nipa menuju Maumere Baru yang dilanjutkan dengan Sistem Akademik Unipa oleh Wakil Rektor I.
Ia menyebutkan, materi selanjutnya mengenai Sistem Keuangan,Sarana dan Prasarana Unipa oleh Wakil Rektor II, materi Kemahasiswaan oleh Kepala Biro Akademik serta Kampus Inklusi oleh Ketua Satgas PPKT.
“Hari pertama ditutup dengan materi Pengenalan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Sharing Alumni yang dibawakan oleh BNI Cabang Maumere,” terangnya.
Pedro menerangkan, hari kedua diawali dengan registrasi mahasiswa baru yang dilanjutkan dengan kerja bhakti di area kampus dan Jalan Kesehatan Maumere di dekat lokasi kampus.
Lanjutnya, kegiatan berikutnya yakni materi “Garuda muda UNIPA, membentuk jiwa patriotic mahasiswa baru” yang dibawakan oleh Kasdim 1603 Sikka.
Sesudahnya, peserta diarahkan menuju ke fakultas masing-masing untuk latihan jiwa korsa dan yel-yel patriotic, pengenalan kampus dan penutupan PPKMB di fakultas masing-masing.
“Hari kedua fokus pada bela negara dan disampaikan oleh Dandim atau Kasdim Kodim 1603 Sikka,” paparnya.
Pedro mengatakan, tentara juga sudah mendampingi untuk melatih yel-yel, sikap hormat dasar supaya mahasiswa tahu dasar-dasar baris berbaris dan dipadukan juga kegiatan cinta lingkungan dengan pembersihan lingkungan.
Setelah itu mahasiswa ke fakultas dan program studi masing-masing dan di hari terakhir Jumat (15/8/2025) ada kegiatan kerohanian berdasarkan agama dan kepercayaan masing-masing lalu dilakukan acara penutupan di kampus.
“Setiap fakultas akan menampilkan yel-yel mereka dan akan dinilai mana yang paling keren dan akan mendapatkan penghargaan,” ucapnya.
Pedro menegaskan, intinya ada kegiatan bela negara,pengenalan kampus dan oleh Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT).
Ia menerangkan, bila mahasiswa mendapatkan kekerasan harus melaporkan kemana dan prosesnya seperti apa dan dibawakan oleh dirinya selaku ketua Satgas PPKT Unipa.
“Tahun lalu 1.545 mahasiswa dan tahun ini jumlahnya 1.567 mahasiswa jadi ada peningkatan sebanyak 22 mahasiswa. Namun jumlahnya bisa bertambah lagi karena kami masih membuka pendaftaran sampai bulan September tahun 2025,” tuturnya.
Pedro menjelaskan, bagi mahasiswa yang tahun ini mendaftar dan belum mengikuti PKKMB akan mengikutinya di tahun 2026 mendatang.
Lanjutnya, perkuliahan akan dimulai untuk mahasiswa baru paling lama di bulan September 2025 mendatang dimana setelah PKKMB dosen-dosen pembimbing akademik mendampingi mahasiswa untuk mengambil Kartu Rencana Studi (KRS).
Hal ini dilakukan untuk mengetahui berapa Satuan Kredit Semester (SKS) yang akan diambil lalu dilakukan pembayaran sesuai jumlah SKS yang diambil.
“Paling banyak mahasiswa baru tahun ini ada di Fakultas Pendidikan khususnya di Prodi PGSD sebanyak hampir 400 mahasiswa. Yang paling sedikit mahasiswa baru di Prodi Pengolahan Hasil Pertanian karena merupakan prodi baru,” paparnya.
Pedro menyebutkan, tren nasional saat ini Fakultas Pertanian di kampus-kampus jumlah mahasiswanya menurun.
Ia katakan, mudah-mudahan program pemerintah yang fokus pada pangan membuat jumlah mahasiswa baru di Fakultas Pertanian mengalami peningkatan di tahun berikutnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










