BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya - FloresPos Net

BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ansel Atasoge

KABAR baik datang dari ujung barat Flores. Warga RT 01 Wae Sambi, Desa Batu Cermin, Manggarai Barat, baru saja membuat kesepakatan bersama untuk berhenti membuang ‘pampers’ sembarangan.

Langkah sederhana ini layak kita apresiasi, sekaligus menjadi lukisan bagi kita semua bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari keputusan kecil di tingkat komunitas.

Inisiatif warga ini membuktikan bahwa kesadaran lingkungan tidak harus menunggu instruksi dari atas atau anggaran besar dari pemerintah, melainkan bisa tumbuh dari kemauan bersama untuk hidup lebih bersih dan sehat.

Mari bicara dan lihat kenyataan secara jujur. hampir setiap rumah dengan balita hari ini menggunakan popok sekali pakai karena praktis, higienis, dan menghemat waktu. Namun, ada harga yang harus dibayar oleh lingkungan.

Popok sekali pakai mengandung plastik dan bahan sintetis yang membutuhkan waktu 250 hingga 500 tahun untuk terurai secara alami. Di banyak tempat, pampers bekas berakhir di selokan, sungai, atau tumpukan sampah terbuka.

Baca Juga :  BENTARA NET: Kebanggaan Kota Ende

Ini amat merusak pemandangan. Tetapi juga berpotensi menyumbat aliran air dan menjadi sarang penyakit. Sebuah di Surabaya bahkan pernah mencatat bahwa 37 persen sampah di sungai adalah popok bayi. Sebuah angka yang menjadi sinyal darurat bahwa cara kita membuang pampers selama ini tidak berkelanjutan.

Di sinilah letak kecerdasan inisiatif warga Wae Sambi. Mereka tidak menunggu perintah, tidak menyalahkan pihak lain. Mereka duduk bersama, berdiskusi, lalu menyepakati ‘aturan main’ yang mereka jalankan bersama. Ini adalah esensi dari tata kelola berbasis komunitas.

Solusi lahir dari bawah, dikelola oleh warga, untuk kepentingan warga. Pendekatan seperti ini sejalan dengan prinsip pengelolaan sampah yang efektif, yaitu mulai dari sumbernya, melibatkan masyarakat, dan berbasis kearifan lokal. Ketika aturan datang dari dalam komunitas sendiri, tingkat kepatuhan cenderung lebih tinggi karena ada rasa memiliki dan kontrol sosial yang alami.

Agar kesepakatan ini tidak sekadar menjadi tulisan di kertas, beberapa langkah pendampingan bisa dipertimbangkan, seperti sosialisasi ramah keluarga yang menjelaskan dampak lingkungan dari pampers dengan bahasa sederhana, penyediaan titik pengumpulan khusus untuk pampers bekas, eksplorasi alternatif seperti popok kain yang bisa dicuci ulang, serta pendokumentasian proses ini agar bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain. Dengan demikian, inisiatif lokal tidak berhenti di satu tempat, tetapi menular dan memperkuat gerakan lingkungan di tingkat yang lebih luas.

Baca Juga :  Batu-Batu yang Menggugat Nurani

Inisiatif Wae Sambi mengingatkan kita bahwa kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Di era di mana isu sampah plastik dan krisis iklim semakin mendesak, setiap tindakan kecil yang konsisten punya dampak kumulatif yang signifikan. Mungkin kita tidak bisa langsung mengubah sistem nasional. Namun, kita bisa mulai dari rumah.

Memilah sampah, tidak membuang pampers sembarangan, dan mengajak tetangga berdiskusi tentang solusi lokal. Mari kita mulai dari melihat, merasakan, dan bertindak. Dari Wae Sambi, untuk Flores, NTT dan Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan. *

Berita Terkait

BENTARA NET: Merajut Asa di Atas Puing
BENTARA NET: Di Balik Status yang Berakhir
BENTARA NET: Menanti Aksi untuk ‘Ruang Suci’
BENTARA NET: Pancawindu Kemanusiaan
BENTARA NET: Tatkala Merah Putih Berkibar
BENTARA NET: Kebanggaan Kota Ende
BENTARA NET: Tatkala KAE dan Masyarakat Flores Gugat Geothermal
BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 11:05 WITA

BENTARA NET: Merajut Asa di Atas Puing

Sabtu, 12 September 2026 - 10:57 WITA

BENTARA NET: Di Balik Status yang Berakhir

Sabtu, 5 September 2026 - 11:27 WITA

BENTARA NET: Menanti Aksi untuk ‘Ruang Suci’

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:54 WITA

BENTARA NET: Pancawindu Kemanusiaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:00 WITA

BENTARA NET: Tatkala Merah Putih Berkibar

Berita Terbaru