Melawan Pelapukan Makna - FloresPos Net

Melawan Pelapukan Makna

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 06:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ansel Atasoge

MEDIA Florespos.net, Selasa, 23 September 2025, kabarkan tentang Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, yang mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menjaga penampilan sesuai norma dan etika yang berlaku.

Ingatan itu menyasar kepada larangan bertato, menguncir rambut, serta imbauan berpakaian rapi. Ingatan ini bermuara pada makna terdalam dari idealisme ‘menjadi pelayan publik’. Jadi, tidak sekedar urusan estetika yang kadang didominasi subjektivitas.

Penampilan sering dipandang sebagai bagian dari ekspresi diri. Namun, bagi ASN, ekspresi bukanlah tujuan utama. Mereka adalah wajah negara, cermin nilai, dan simbol kepercayaan rakyat. Karenanya, berpakaian sebagai seorang ASN tidak melulu soal gaya. Jauh lebih dari itu, yakni tentang ‘menghormati tugas’ dan ‘ruang publik’ yang mereka wakili.

Baca Juga :  Festival Nagekeo One Be 2025, Ruang Sosial untuk Ekonomi Kreatif dan Identitas Lokal

Di mata sebagian orang, tato dan rambut kucir mungkin tampak sepele. Namun, di ruang etika birokrasi, keduanya bisa menimbulkan kesan yang bertentangan dengan nilai formalitas dan netralitas.

Filosof Yunani kuno, Socrates, pernah berkata, “Pengetahuan tentang diri adalah awal dari kebijaksanaan.” Singkatnya, mengenali peran dan tanggung jawab sebagai ASN adalah bentuk kebijaksanaan itu sendiri.

Soal berpakaian rapi sebenarnya berkaitan erat dengan kebebasan. Tuntutan akan kerapihan tidak berarti mengekang kebebasan. Ia bahkan mencoba menata kebebasan. Ya…menatanya agar selaras dengan martabat profesi apapun.

Baca Juga :  BENTARA NET: Merawat Jiwa Bangsa

Kehadiran ASN dengan pakaian yang rapih adalah simbol keteraturan, keadilan, dan pelayanan. Singkat cerita, penampilan mereka adalah pesan diam yang berbicara tentang disiplin, hormat, dan integritas.

Di tengah arus modernisasi, menjaga nilai-nilai dan etika profesi adalah bentuk perlawanan terhadap pelapukan makna.

ASN itu individu-individu institusional yang berjalan dengan kaki manusia. Karenanya, tubuh mereka pun harus mencerminkan nilai-nilai yang mereka emban.

Imbauan Wabup Weng menjadi ajakan untuk kembali pada kesadaran penuh makna. Bahwasanya menjadi ASN adalah menjadi teladan. Dan teladan, seperti cahaya, harus tampak dalam sikap, tutur, dan penampilan.*

Berita Terkait

BENTARA NET: Harmoni Alam, Seni dan Budaya
BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan
BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu
BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya
BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea
BENTARA NET: Merawat Jiwa Bangsa
BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda
BENTARA NET: Sekolah Rakyat dan Ketimpangan Struktural
Berita ini 67 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "BENTARA NET" setiap Sabtu dalam sepekan.

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:33 WITA

BENTARA NET: Harmoni Alam, Seni dan Budaya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:27 WITA

BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:47 WITA

BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:36 WITA

BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:26 WITA

BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Wakil Bupati Buka Turnamen Piala Bupati Ende U-17

Selasa, 9 Jun 2026 - 19:45 WITA

Nusa Bunga

Empat Jabatan Lowong, Pemkab Manggarai Timur Gelar Seleksi Terbuka

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:36 WITA