BENTARA NET: Harmoni Alam, Seni dan Budaya - FloresPos Net

BENTARA NET: Harmoni Alam, Seni dan Budaya

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ansel Atasoge

LABUAN BAJO terus berevolusi. Jika dahulu narasi pariwisata daerah ini hanya berkutat pada pesona Taman Nasional Komodo dan kemewahan kapal ‘phinisi’, kini wajah pariwisata Labuan Bajo mulai merangkul dimensi yang lebih intim dan membumi.

Kolaborasi ‘Weekend at Parapuar’ (WAP) dan PENTAS (Pagelaran Event di Destinasi Pariwisata Prioritas) yang digelar di Natas Parapuar pada 6 Juni 2026 menjadi bukti nyata pergeseran paradigma tersebut.

Event yang merayakan senja, musik, dan alam terbuka ini menjelma menjadi sebuah potret bagaimana pariwisata pengalaman (experiential tourism) mulai menemukan tempatnya di ujung barat Pulau Flores.

Perhelatan ini menawarkan formula yang menarik. Kolaborasi antara atraksi alam (senja di Natas Parapuar), seni kontemporer (penampilan Justy Aldrin dan Embun n Friend), serta akar budaya lokal (Sanggar I Production dan permainan tradisional).

Perpaduan ini sangat penting. Wisatawan modern tidak lagi hanya mencari tempat untuk ‘dilihat’, melainkan ruang untuk ‘merasakan’ dan ‘terhubung’ dengan alam, manusia dan budaya.

Kehadiran sanggar seni lokal dan permainan tradisional di tengah konser musik pop mencegah terjadinya dikotomi antara wisatawan dan masyarakat setempat. Di titik ini, budaya tidak sekadar dipajang sebagai komoditas mati, melainkan dihidupkan sebagai pengalaman interaktif yang inklusif bagi seluruh kalangan.

Baca Juga :  ‘Presidensi untuk Semua’ dan Ikhtiar Menjaga Martabat Manusia

Pemilihan ruang terbuka dengan latar belakang senja memiliki implikasi positif terhadap kesehatan mental pengunjung. Konsep ‘healing’ atau pemulihan stres sangat efektif ketika manusia berinteraksi langsung dengan elemen alam seperti cahaya senja, hembusan angin laut, dan ruang terbuka, dibandingkan dengan ruang tertutup yang artifisial.

Selain itu, format event berskala intim dengan tiket yang sangat terjangkau (Rp15.000) ini secara tidak langsung mendukung prinsip pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Skala yang tidak masif mengurangi jejak karbon dan tekanan ekologis, sementara harga yang merakyat memastikan bahwa pariwisata di Labuan Bajo tidak elitis. Hal ini menjamin aksesibilitas bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk pemuda dan pelajar lokal, untuk turut menikmati ruang publik mereka sendiri.

Baca Juga :  BPOLBF dan Disparekraf NTT Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Stakeholders Kepariwisataan

Sinergi antara Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Kementerian Pariwisata melalui program PENTAS menunjukkan kehadiran negara yang tepat sasaran. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai katalisator ekonomi kreatif lokal, tetapi juga sebagai strategi ‘destination branding’ yang cerdas. Di titik ini, Labuan Bajo diposisikan bukan hanya sebagai destinasi transit menuju pulau-pulau eksotis, melainkan sebagai destinasi yang memiliki denyut nadi kebudayaan dan seni yang hidup setiap pekannya.

Pada akhirnya, Weekend at Parapuar dan PENTAS mengajarkan kita bahwa kemajuan pariwisata tidak harus selalu diukur dari infrastruktur megah atau kedatangan wisatawan dalam jumlah masif. Terkadang, kemajuan itu terlihat dari seberapa baik sebuah destinasi mampu merajut harmoni antara alam, seni modern, dan kearifan lokal dalam sebuah ruang yang sederhana namun bermakna.

Jika formula ini terus dipertahankan dan dikembangkan, Labuan Bajo tidak hanya akan menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia, tetapi juga menjadi rumah yang nyaman, hidup, dan berkelanjutan bagi masyarakatnya sendiri.

Berita Terkait

BENTARA NET: Rak Kosong dan Martabat ODGJ
BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan
BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu
BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya
BENTARA NET: Kisah Vinsen dari Puncak Keliwatuwea
BENTARA NET: Merawat Jiwa Bangsa
BENTARA NET: Investasi Peradaban yang Tak Bisa Ditunda
BENTARA NET: Sekolah Rakyat dan Ketimpangan Struktural
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:29 WITA

BENTARA NET: Rak Kosong dan Martabat ODGJ

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:33 WITA

BENTARA NET: Harmoni Alam, Seni dan Budaya

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:27 WITA

BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:47 WITA

BENTARA NET: Menjemput Mimpi di Negeri Tirai Bambu

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:36 WITA

BENTARA NET: Dari Wae Sambi, Pelajaran Kecil yang Besar Artinya

Berita Terbaru

Nusa Bunga

12 Gol Yoakim 10 Top Skor, Antar Fastpay FC ke Semifinal

Sabtu, 13 Jun 2026 - 11:54 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Rak Kosong dan Martabat ODGJ

Sabtu, 13 Jun 2026 - 10:29 WITA