Uskup Budi Kleden Kunjungi Yasukda dan STIPER-FB - FloresPos Net

Uskup Budi Kleden Kunjungi Yasukda dan STIPER-FB

- Jurnalis

Selasa, 15 Oktober 2024 - 08:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uskup Budi Kleden Kunjungi Yasukda dan STIPER-FB

Uskup Budi Kleden Kunjungi Yasukda dan STIPER-FB

BAJAWA, FLORESPOS.net-Uskup Keuskupan Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, Senin (14/10/2024) melakukan kunjungan perdana ke Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda) dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Flores Bajawa (STIPER-FB).

Uskup Budi Kleden diterima oleh Ketua Yasukda RD.Silverius Betu dan segenap pimpinan STIPER-FB serta para dosen. Lembaga pendidikan tinggi ini bernaung di bawah Yasukda milik Keuskupan Agung Ende.

Kunjungan Uskup Budi Kleden juga dipadukan dengan dialog bersama dengan segenap civitas akademika STIPER-FB, pengurus Yasukda, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Theodisius Yosefus Nono, anggota DPRD Ngada Yohanes Don Bosco Ponong dan Thomas Djawa, inisiator dan dewan penyantun STIPER-FB, Vikep Bajawa Romo Gabriel Idrus juga para pemerhati pendidikan di Kabupaten Ngada.

Ketua Yasukda RD Silverus Betu dalam sambutan mengatakan Yasukda merupakan yayasan milik gereja lokal Keuskupan Agung Ende yang berdiri pada tahun 1912 bertepatan dengan berdirinya sekolah rakyat pertama di Bajawa yang mana hingga saat ini ada dalam SDK Tanalodu.

Yasukda saat ini, kata RD Silverius menyelenggarakan pendidikan untuk 95 sekolah, yakni 30 TKK, 58 SD, 3 SMP, 3 SMA dan 1 Perguruan Tinggi, yakni STIPER -FB. Jumlah siswa TK 649 orang, SD 6.425 orang, SMP 585 orang, SMA 1.724 orang dan Perguruan Tinggi 505 orang sehingga total 6.693 orang.

Baca Juga :  Polres Ende Imbau Anggota Hindari Foto dengan Caleg Saat Operasi Mantap Brata

Untuk meningkatkan mutu para guru yayasan, maka yayasan bekerja sama berbagai pihak terutama berkaitan dengan kurikulum merdeka belajar. Sekolah seperti SMA Regina Pacis Bajawa mengirimkan gurunya untuk mengambil pendidikan S2 juga bagi yang berpendidikan diploma dikirim untuk mengambil jenjang S1.

Selain keberhasilan juga ada kendala yang dihadapi seperti kesejahteraan guru dan pegawai karena masih banyak yang dibayar dengan standar di bawah UMR. Persoalan lain, banyak guru yayasan yang lulus menjadi PNS maupun PPPK ketika lulus harus pindah ke sekolah negeri.

Kata RD Silverius, juga persoalan tentang status tanah sekolah di mana ada yang telah memiliki sertifikat namun ada juga yang belum memiliki sertifikat karena masih bermasalah status tanah.

Uskup Keuskupan Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden pada kesempatan tersebut mengatakan dirinya senantiasa menegaskan komitmen gereja terutama Gereja Keuskupan Agung Ende untuk terus mempromosikan pendidikan sebagai pilar penting di wilayah tersebut.

Menurutnya, sudah sejak awal Gereja Keuskupan Agung Ende mempunyai komitmen untuk hal ini dan itu ditunjukkan dengan kehadiran lembaga atau Yayasan Pendidikan di wilayah-wilayah Keuskupan yang lebih dari 100 tahun usianya.

Ia sangat bersyukur karena dalam usia yang panjang sampai saat ini dan di Kevikepan Bajawa menjalani dari TK hingga Perguruan Tinggi. STIPER-FB merupakan lembaga pendidikan tinggi kedua milik Keuskupan Agung Ende setelah STIPAR Ende.

Baca Juga :  Pekerja Migran Indonesia Ditembak Mati di Malaysia: Apa yang Terjadi?

Menurutnya pula bahwa komitmen tersebut tentunya banyak pihak yang turut mengambil bagian seperti pemerintahan alam itu sendiri.

Hal penting yang menjadi kekuatan dalam pengelolaan pendidikan Katolik di Keuskupan Agung Ende, kata Uskup Budi Kleden, yakni identitas di mana Gereja menyelenggarakan perannya dalam lembaga-lembaga pendidikan selain untuk pengetahuan anak didik juga membentuk keterampilan untuk itu diharapkan kepada semua tingkatan pendidikan aspek nilai harus terus menjadi perhatian utama.

Sementara soal kesejahteraan, kata Uskup Budi Kleden, merupakan tantangan yang sangat serius sehingga harus terus bekerja sama untuk mencari solusi terkait masalah kesejahteraan dan kolaborasi bersama pemerintah sangat diperlukan.

Kata Uskup Budi Kleden, masalah yang kompleks juga tentang jumlah siswa yang mungkin saja terkait masalah biaya namun juga jumlah siswa yang memang harus semakin kurang terutama anak usia sekolah sehingga menjadi tantangan yang harus dicarikan jalan keluarnya.

Legalitas sekolah dan asetnya juga peran yayasan yang harus juga memiliki solidaritas sistem sehingga tidak tergantung pada kemurahan hati satu pihak saja. *

Penulis : Wim de Rozari

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Berita ini 201 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:25 WITA

Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:43 WITA

Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:02 WITA

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Berita Terbaru

Opini

Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:55 WITA

Opini

Hindayana dan Kurikulum Keteladanan

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:25 WITA